VISI | Ketika Membaca Diabaikan
Penulis percaya, harapan itu masih ada. Selama masih ada guru yang mengajarkan membaca dengan hati. Selama masih ada anak muda yang membaca alam dan bergerak. Selama masih ada warga yang menolak diam.
Satu pesan harus ditegaskan: jika para pemimpin negeri ini terus mengabaikan membaca—membaca buku, membaca rakyat, membaca alam—maka negeri ini akan terus tersesat di jalan yang sama.
Membaca bukan pilihan. Ia adalah syarat untuk tetap waras sebagai bangsa. Dan ketika membaca diabaikan, sesungguhnya kita sedang menggali lubang kita sendiri.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!