VISI | Ketika Cahaya itu Redup
Ketika cahaya itu redup, bukan berarti ia hilang. Ia hanya butuh disangga, dijaga, dan diberi ruang untuk bernafas. Guru bukan malaikat, tapi tanpa guru, mustahil lahir generasi yang tahu arah.
Mungkin kini kita hidup di masa di mana guru harus berjuang di dua front: antara idealisme dan kenyataan. Tapi justru di situlah letak keagungan profesi ini. Guru tetap menjadi pelita di tengah gelap, meski kadang nyalanya tertiup angin kencang.
Maka, tugas kita semua—orang tua, pemerintah, masyarakat—adalah memastikan cahaya itu tidak padam. Karena ketika cahaya guru benar-benar redup, sesungguhnya yang padam adalah masa depan bangsa ini.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!