VISI | Ketika Cahaya itu Redup

ED
Senin, 3 November 2025 | 05:16 WIB
Bagikan
VISI | Ketika Cahaya itu Redup

Di sinilah nurani guru mulai diuji. Ia ingin tetap ikhlas, ingin tetap profesional, tapi di saat yang sama merasa terseret dalam arus sistem yang kerap tidak berpihak pada substansi pendidikan.

Guru adalah manusia. Ia juga punya rasa lelah, punya hati yang bisa luka, punya semangat yang bisa padam. Namun, dunia sering menuntut guru untuk selalu sabar, selalu kuat, selalu tersenyum meski hatinya runtuh.

Ketika murid tidak menghormati, orang tua tidak memahami, dan birokrasi menambah beban, di sanalah cahaya itu mulai meredup. Bukan padam, tapi berkelip lemah. Guru kadang memandang papan tulis kosong dengan tatapan jauh—bukan karena tidak tahu apa yang akan diajarkan, tetapi karena pikirannya sedang berkecamuk. Tentang anak-anak yang kehilangan sopan santun. Tentang orang tua yang kehilangan kepercayaan. Tentang sistem yang terlalu sibuk menata formulir dan lupa menata hati.

Ia tetap berdiri di depan kelas, tetap menulis rumus, tetap tersenyum, tapi di dalam dirinya ada luka kecil yang perlahan meneteskan air bening ke dalam jiwa pengabdiannya.

Kini, sekolah tidak lagi sesederhana tempat belajar. Ia menjadi institusi yang diatur oleh ribuan aturan, ribuan laporan, dan ribuan program. Semuanya tampak megah di atas kertas, tapi kehilangan napas di lapangan.

Guru lebih sibuk dengan laporan daring, sinkronisasi data, unggah dokumen, dan evaluasi berlapis. Padahal, hakikat pendidikan adalah interaksi manusia—antara guru dan murid, antara ilmu dan nilai, antara akal dan hati.

Namun, hari ini yang tersisa sering kali hanyalah formalitas. Murid duduk rapi di kelas, guru menjelaskan sesuai rencana pelajaran, tetapi jiwa pembelajaran perlahan menguap.

Anak-anak tidak lagi bertanya “mengapa,” karena takut dianggap cerewet. Guru tidak lagi bercerita “bagaimana,” karena waktu dikejar oleh target kurikulum. Sekolah kehilangan getarannya. Ia berdiri megah, tapi sunyi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.