VISI | Jujur di Negeri Sendiri

ED
Jumat, 28 November 2025 | 04:07 WIB
Bagikan
VISI | Jujur di Negeri Sendiri

Jika pendidikan sebagai tulang punggung bangsa saja tidak bebas dari praktik korup, bagaimana kita bisa berharap melahirkan generasi berintegritas? Pertanyaan selanjutnya kini jelas: mulai dari mana perbaikan dilakukan? Jawabannya sederhana, tetapi butuh keberanian politik: Pertama, negara harus hadir melindungi kejujuran. Tidak cukup dengan pidato. Tidak cukup dengan slogan.

Perlu kebijakan nyata, perlindungan hukum tegas, dan keberpihakan tanpa kompromi pada siapapun yang terbukti berintegritas.

Kedua, reformasi pendidikan harus menyasar moral, bukan hanya sistem. Selama pendidikan masih berkutat pada administrasi dan proyek, selama itu pula ia tidak akan menyentuh inti persoalan.

Ketiga, orang jujur harus diberi ruang aman untuk bekerja. Bukan dimusuhi. Bukan dikorbankan. Bukan dijadikan tumbal ketika kepentingan politik berubah. Berikutnya, pemimpin harus berhenti memberi janji pepesan kosong. Kepemimpinan tanpa kejujuran hanyalah panggung sandiwara.

Seharusnya, negeri ini menjadi tempat yang ramah bagi mereka yang bekerja dengan hati, bukan sarang jebakan bagi orang yang ingin memajukan bangsa. Tetapi selama orang jujur masih lebih sering jatuh daripada dibantu berdiri, selama itulah bangsa ini masih berjalan terseok-seok.

Kejujuran tidak boleh menjadi kutukan. Integritas tidak boleh membuat seseorang buntung. Dan negara tidak boleh terus-terusan absen dari tanggung jawab moralnya. Sebab bila orang jujur punah, maka masa depan bangsa ikut musnah. Semoga suatu hari nanti, di negeri ini, jujur tidak lagi menjadi risiko—tetapi menjadi kehormatan.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.