VISI | Jujur di Negeri Sendiri
Negeri ini bangga pada inovasi, tetapi alergi pada kejujuran. Negeri ini haus prestasi, tetapi benci pada orang yang berani membongkar borok. Banyak anak muda akhirnya berpikir, “Untuk apa jujur kalau yang jujur hidupnya susah dan yang tidak jujur malah sukses?”
Ini sangat berbahaya. Bukan hanya bagi moral bangsa, tapi bagi masa depan kita. Bila kejujuran tidak dilestarikan, tidak dihargai, dan tidak dilindungi, maka ia akan punah—dan bangsa ini akan tumbang.
Pendidikan
Satu hal yang masih kita percaya adalah pendidikan. Itu pun dengan catatan: bila benar-benar bersih. Karena pendidikan adalah jalan panjang menuju kemuliaan, tempat di mana karakter dibentuk, bukan hanya pengetahuan diajarkan.
Tetapi mari jujur: dunia pendidikan tidak sepenuhnya steril. Di sini pun ada yang merusak marwah profesi. Ada oknom yang terpaksa berurusan dengan proyek. Ada kepala sekolah yang ditekan untuk menyetor. Ada pejabat pendidikan yang memanfaatkan jabatan sebagai mesin uang.
Inilah alasan mengapa banyak guru terbaik menolak naik jabatan.
Bukan karena tidak mampu. Bukan karena tidak mau memimpin.
Tetapi karena takut terseret dalam arus kotor yang sudah mengakar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!