Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

VISI | Guru di Simpang Jalan

ED
Senin, 20 Oktober 2025 | 05:48 WIB
Bagikan
VISI | Guru di Simpang Jalan

Apakah ini cermin zaman ketika moral tersandera oleh citra? Ketika pendidikan lebih menomorsatukan popularitas dan kenyamanan sesaat daripada penegakan nilai dan karakter?

Kita lupa bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi peserta didik, dan guru adalah orang tua kedua bagi mereka. Ketika seorang guru menegur, sejatinya ia sedang menjaga. Ketika ia menegakkan aturan, sejatinya ia sedang menanamkan nilai tanggung jawab. Seperti yang diingatkan Ki Hadjar Dewantara, “Pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya, menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”

Tuntunan tidak selalu manis. Ia bisa berupa teguran, bisa pula berupa disiplin keras, selama tujuannya mendidik. Pendidikan tanpa ketegasan akan kehilangan makna. Seperti kata Driyarkara, “Mendidik adalah memanusiakan manusia muda.” Bagaimana bisa memanusiakan jika yang muda dibiarkan liar tanpa arah, sementara yang tua takut menegur?

John Dewey, tokoh pendidikan progresif dari Amerika, menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar fakta, tetapi tempat belajar hidup. Maka, ketika adab dan disiplin lenyap dari ruang-ruang sekolah, hilang pula roh pendidikan itu sendiri.

Kini, kita menyaksikan guru harus berhitung ribuan kali sebelum menegur murid. Takut viral, takut dilaporkan, takut kehilangan jabatan. Akhirnya guru lebih memilih diam. Sementara itu, perilaku siswa makin berani menantang, bahkan ada yang dengan enteng berkata, “Awas ya, nanti saya laporkan.”

Inilah simpang jalan itu: antara mendidik dengan resiko disalahpahami, atau diam dan membiarkan generasi kehilangan arah.

Negara semestinya hadir memberikan perlindungan hukum yang tegas bagi guru dan kepala sekolah. Perlindungan bukan berarti membenarkan kekerasan, tetapi memastikan bahwa setiap tindakan disiplin yang dilakukan dalam konteks pendidikan tidak serta-merta dipersekusi. Guru harus diberi ruang untuk menegakkan nilai tanpa rasa takut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.