VISI | Guru di Simpang Jalan
Apakah ini cermin zaman ketika moral tersandera oleh citra? Ketika pendidikan lebih menomorsatukan popularitas dan kenyamanan sesaat daripada penegakan nilai dan karakter?
Kita lupa bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi peserta didik, dan guru adalah orang tua kedua bagi mereka. Ketika seorang guru menegur, sejatinya ia sedang menjaga. Ketika ia menegakkan aturan, sejatinya ia sedang menanamkan nilai tanggung jawab. Seperti yang diingatkan Ki Hadjar Dewantara, “Pendidikan adalah tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya, menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.”
Tuntunan tidak selalu manis. Ia bisa berupa teguran, bisa pula berupa disiplin keras, selama tujuannya mendidik. Pendidikan tanpa ketegasan akan kehilangan makna. Seperti kata Driyarkara, “Mendidik adalah memanusiakan manusia muda.” Bagaimana bisa memanusiakan jika yang muda dibiarkan liar tanpa arah, sementara yang tua takut menegur?
John Dewey, tokoh pendidikan progresif dari Amerika, menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar fakta, tetapi tempat belajar hidup. Maka, ketika adab dan disiplin lenyap dari ruang-ruang sekolah, hilang pula roh pendidikan itu sendiri.
Kini, kita menyaksikan guru harus berhitung ribuan kali sebelum menegur murid. Takut viral, takut dilaporkan, takut kehilangan jabatan. Akhirnya guru lebih memilih diam. Sementara itu, perilaku siswa makin berani menantang, bahkan ada yang dengan enteng berkata, “Awas ya, nanti saya laporkan.”
Inilah simpang jalan itu: antara mendidik dengan resiko disalahpahami, atau diam dan membiarkan generasi kehilangan arah.
Negara semestinya hadir memberikan perlindungan hukum yang tegas bagi guru dan kepala sekolah. Perlindungan bukan berarti membenarkan kekerasan, tetapi memastikan bahwa setiap tindakan disiplin yang dilakukan dalam konteks pendidikan tidak serta-merta dipersekusi. Guru harus diberi ruang untuk menegakkan nilai tanpa rasa takut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!