VISI | Etika Bisnis Rasulullah yang Membawa Berkah

ED
Jumat, 2 Januari 2026 | 08:46 WIB
Bagikan
VISI | Etika Bisnis Rasulullah yang Membawa Berkah

Oleh Nuslih Jamiat

  • Dosen Telkom University
  • Center of Excellence for SHE(Halal), Telkom University

Di TENGAH hiruk pikuk bisnis digital yang serba cepat dan penuh persaingan, sebuah nilai fundamental sering kali terlupakan: kejujuran. Padahal, lebih dari 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah Muhammad SAW telah mengajarkan bahwa kejujuran dalam berbisnis bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga kunci menuju kesuksesan yang berkelanjutan dan penuh berkah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda dengan tegas tentang kedudukan pedagang yang jujur: "Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq, dan para syuhada." Hadis ini menunjukkan betapa tingginya derajat seorang pedagang yang menjunjung tinggi kejujuran dalam aktivitas bisnisnya.

Kedudukan yang disejajarkan dengan para nabi, shiddiqin, dan syuhada bukanlah janji yang main-main. Ini adalah penghargaan tertinggi yang diberikan Allah SWT kepada mereka yang mampu menjaga integritas di tengah godaan keuntungan duniawi. Dalam konteks modern, hadis ini mengingatkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari angka penjualan atau margin keuntungan, tetapi dari keberkahan dan ridha Allah yang menyertainya.

Rasulullah juga bersabda dalam hadis lain, "Jika penjual dan pembeli jujur serta menjelaskan cacat barang, maka Allah akan memberkahi keduanya dalam jual beli tersebut. Akan tetapi kalau keduanya berdusta dan menyembunyikan hal tersebut, maka akan hilang keberkahan jual beli tersebut." Hadis ini dengan gamblang menunjukkan bahwa keberkahan adalah konsekuensi langsung dari kejujuran, sementara kebohongan akan menghilangkan berkah meskipun keuntungan material mungkin didapat.

Rasulullah: Teladan Pedagang yang Jujur

Sebelum menjadi nabi, Muhammad SAW dikenal sebagai pedagang yang sangat jujur dan terpercaya. Gelar "Al-Amin" (yang dapat dipercaya) melekat padanya karena integritas luar biasa dalam berbisnis. Salah satu prinsip yang dipegang teguh oleh Rasulullah adalah tidak pernah menyembunyikan cacat barang dagangan. Beliau selalu menjelaskan kondisi barang secara transparan kepada pembeli, bahkan jika hal tersebut berpotensi mengurangi keuntungan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.