VISI | Doktrin (Neo) Monroe: Sikap Maduro terhadap BRICS, Rusia, China, dan Iran
AS berargumen bahwa karena kejahatan tersebut berdampak pada warga negaranya. Maka mereka memiliki yurisdiksi untuk menuntut, dengan mengesampingkan kekebalan jabatan yang biasanya melekat pada pemimpin negara.
Jurus terakhir, AS akan menggeser Ratione Personae ke Ratione Materiae. Jika Ratione Personae adalah Imunitas yang melekat pada jabatan (Presiden, Menlu). Artinya: selama menjabat, mereka tidak bisa diadili oleh negara lain untuk perbuatan apa pun. Maka Ratione Materiae adalah Imunitas yang hanya melindungi tindakan resmi negara.
Jadi, dalam dakwaan terhadap Maduro, AS akan menggeser Ratione Personae dengan tidak mengakui legitimasinya (merujuk kepada legitimasi Guaido), dan sekaligus meruntuhkan Ratione Materiae dengan berargumen bahwa perdagangan narkoba bukanlah "tindakan resmi negara". Melainkan tindakan kriminal pribadi yang tidak dilindungi imunitas.
“Kemenangan” AS sudah di depan mata. Karena itulah Trump terus terang dalam konferensi pers terbaru (4 Januari 2026), ia akan mengerahkan perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat: Chevron dan ExxonMobil, masuk ke Venezuela. Untuk memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang selama ini dianggap "rusak parah" dan "gagal total" di bawah manajemen Maduro.
Chevron dan ExxonMobil pun sudah mengeluarkan pernyataan resmi, yang intinya mereka “siap berkerja secara konstruktif dengan pemerintah AS”.
Lalu pertanyaanya: Pelajaran apa yang bisa kita ambil? Yang paling sederhana: Jangan terpecah belah. Karena dulu saat kita sekolah di SD; kita sering dengar kalimat: Pecah belah dan jajahlah.***
Jakarta, 4 Januari 2026
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!