VISI | Digitalisasi Rupiah dan Kemandirian Finansial
Oleh Aep S Abdullah
INDONESIA memiliki peluang emas untuk memimpin ekosistem bisnis digital di kawasan selatan dunia. Peluncuran proyek digital rupiah Garuda pada 2022 menjadi langkah strategis menuju kedaulatan finansial berbasis teknologi. Garuda Project, sebagai Central Bank Digital Currency (CBDC), diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global, menghubungkan Australia, Selandia Baru, hingga ke pusat-pusat ekonomi Asia seperti Jepang dan Tiongkok.
Fakta global menunjukkan bahwa tren ini bukan sekadar eksperimen. Sebanyak 105 negara sedang mengembangkan CBDC, dengan Bahama dan sejumlah negara Amerika Latin telah menerapkannya secara penuh. Kehadiran Digital Currency menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara yang proaktif dalam mengamankan kedaulatan ekonomi digitalnya.
Namun, dinamika geopolitik tidak bisa diabaikan. Amerika Serikat pada Juli 2025 telah mengesahkan Genius Act untuk mengatur stablecoin dolar AS, yang nilainya dijaga 1:1 terhadap mata uang fisiknya. Langkah ini, ditandatangani Presiden Donald Trump, menandakan keseriusan AS dalam mempertahankan dominasi mata uangnya. Reaksi keras AS terhadap QRIS—yang dinilai merugikan jaringan Visa dan MasterCard—menjadi sinyal bahwa kehadiran Proyek Garuda juga bisa memicu friksi serupa.
Pertanyaan yang harus dijawab sejak awal: apakah Digital Currency mampu terhindar dari intervensi AS atau negara-negara besar lainnya? Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kedaulatan kebijakan dan kekuatan diplomasi Indonesia. CBDC kita harus dirancang dengan arsitektur keamanan siber yang tidak bergantung pada teknologi asing yang bisa menjadi pintu belakang intervensi.
Kekhawatiran terhadap mata uang kripto yang dikelola pihak swasta memang beralasan. Cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ethereum tidak memiliki penopang kebijakan moneter negara, sehingga volatilitasnya tinggi. Sebaliknya, e-money dan CBDC yang dikelola oleh bank sentral menawarkan stabilitas nilai, jaminan legalitas, dan keamanan yang lebih terukur.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!