VISI | Dia Lagi Dia Lagi ! DIA LAGI!
Oleh Drajat
INDONESIA adalah negeri yang penuh keindahan. Dari Sabang sampai Merauke, bentang alamnya memesona, suku dan budaya yang kaya, serta keragaman bahasa yang memikat. Namun, keindahan itu sering tertutup kabut masalah yang tak kunjung selesai. Negeri ini seakan tidak pernah sepi dari drama: korupsi, politik transaksional, hingga tata kelola pendidikan yang jauh dari kata profesional.
Ironisnya, di tengah semua persoalan itu, negeri ini tetap berdiri kokoh. Mungkin benar, Allah SWT masih sayang pada kita. Meski tidak jarang para pemimpinnya jauh dari amanah, rakyat tetap bisa bertahan.
Namun, mari kita jujur: sampai kapan bangsa ini akan dikelola oleh orang-orang yang “itu-itu saja”? Wajahnya boleh berbeda, jabatannya boleh ditukar, tetapi orangnya sama. Fenomena “dia lagi, dia lagi” bukan hanya ada di pusat kekuasaan, tetapi juga merambah ke dunia pendidikan—sebuah sektor yang justru akan menentukan arah bangsa ke depan.
Kita sering dibuat muak melihat para koruptor melambaikan tangan dengan senyum lebar di depan kamera. Dari kasus recehan hingga triliunan, semua sama saja: mengambil uang rakyat tanpa malu. Lebih lucunya lagi, setelah keluar penjara, tidak sedikit dari mereka masih bisa berkecimpung lagi dalam politik dan kekuasaan.
Apakah bangsa ini kekurangan orang baik dan berkompeten? Tentu tidak. Tetapi sistem yang dikuasai segelintir elite membuat ruang bagi orang baru semakin sempit. Maka, yang terjadi adalah rotasi kursi kekuasaan: “dia lagi, dia lagi.”
Seharusnya pendidikan dikelola secara profesional, sebab maju mundurnya bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Namun kenyataannya, jabatan-jabatan penting di dunia pendidikan sering dijadikan ajang transaksi politik.
Kepala dinas pendidikan, sekretaris, kepala bidang, bahkan kepala sekolah, kerap bukan dipilih berdasarkan kapabilitas, melainkan kedekatan dengan pejabat daerah, keberpihakan politik, atau bahkan “amplop yang bertebal-tebal.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!