VISI | Dia Lagi Dia Lagi ! DIA LAGI!
Selain itu, pengelolaan pendidikan tidak boleh hanya tunduk pada kepentingan politik lokal. Pendidikan adalah soal peradaban bangsa, bukan sekadar proyek lima tahunan. Fenomena “dia lagi, dia lagi” tidak boleh terus dibiarkan. Bangsa ini tidak kekurangan orang hebat, tetapi kekurangan kesempatan untuk orang-orang hebat itu tampil. Dunia pendidikan terlalu berharga untuk diserahkan kepada orang yang hanya mengejar jabatan, bukan pengabdian. Sudah waktunya kita menuntut perubahan: menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat.
Jika kita masih membiarkan jabatan diisi oleh “dia lagi dia lagi” tanpa profesionalisme, maka jangan kaget bila pendidikan kita tetap berjalan di tempat. Dan ketika itu terjadi, generasi muda lah yang akan menjadi korban, serta masa depan Indonesia yang dipertaruhkan.**
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!