VISI | Bunuh Diri di Kalangan Remaja, Smartphone Anda Mungkin Mengacaukan Pikiran Anda
Demikian pula, sebuah penelitian menemukan bahwa olahraga dapat digunakan untuk mengurangi kejadian kecanduan digital dengan mengatur neurobiologi sistem saraf pusat dan otonom.
Mengatur aplikasi adiktif yang ditujukan untuk anak-anak, seperti pembatasan video game di Tiongkok hingga usia 18 tahun, dapat bermanfaat. Baru-baru ini, Ahli Bedah Umum AS Vivek Murthy telah menganjurkan penggunaan label peringatan di platform media sosial seperti yang ada pada produk tembakau dan alkohol.
Kecanduan digital dikaitkan dengan kondisi mental yang lebih buruk, kecenderungan bunuh diri yang lebih tinggi, dan kebiasaan tidur yang buruk di kalangan anak usia 18-24 tahun di India. Hal ini mengkhawatirkan mengingat sebagian besar proyeksi pertumbuhan ekonomi India bergantung pada produktivitas generasi muda.
Meskipun tingkat kecanduan digital saat ini mencapai 12,5 persen, angka tersebut terus meningkat. Terdapat bukti bahwa menunda usia kepemilikan ponsel pintar meningkatkan kesejahteraan mental sekaligus mengurangi pikiran dan niat untuk bunuh diri.
Secara keseluruhan, perhatian yang lebih besar dapat diberikan pada pemahaman bagaimana seseorang dapat mengekang kecanduan terhadap teknologi digital termasuk kebijakan sekolah, kontrol orang tua, pesan kesehatan masyarakat serta program dan peraturan.***
- Shailender Swaminathan adalah Direktur, Pusat Otak dan Pikiran Manusia Sapien Labs, Universitas Krea, Andhra Pradesh, India.
- Tara Thiagarajan adalah Pendiri dan Kepala Ilmuwan Sapien Labs, Universitas Krea, Andhra Pradesh, India.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!