VISI | Bertanya
Budaya diam seperti ini sangat berbahaya. Ia membunuh rasa ingin tahu, mematikan kreativitas, dan melahirkan generasi yang pasif. Padahal bertanya adalah inti dari belajar.
Dalam Islam, Nabi Ibrahim bertanya kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, perlihatkan kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” (QS. Al-Baqarah: 260). Nabi pun tidak dimarahi. Justru dijawab dengan penjelasan yang menambah keyakinan. Artinya, bertanya bukan tanda lemah, tapi justru tanda ingin tahu dan beriman.
Namun, apa yang terjadi di dunia pendidikan kita? Guru sering kali merasa bertanya kepada pimpinan bisa berujung pada teguran. Mahasiswa takut bertanya karena khawatir disindir. Wartawan pun bisa kehilangan kartu persnya hanya karena bertanya kepada pejabat publik. Baru-baru ini, kasus itu terjadi saat seorang jurnalis menanyakan detail program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pemimpin negeri ini. Ia langsung “disanksi”, sebelum akhirnya sang pejabat meminta maaf setelah peristiwa itu viral.
Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya bertanya bukan hanya persoalan ruang kelas, tapi juga budaya bangsa. Kita belum benar-benar menempatkan pertanyaan sebagai bagian dari kemajuan berpikir. Padahal, sejarah mencatat, semua penemuan besar lahir dari pertanyaan sederhana: “Mengapa?” “Bagaimana?” “Jika begitu, apa akibatnya?”
Kita mungkin tidak kekurangan fasilitas belajar, tetapi kita kekurangan keberanian intelektual. Keberanian untuk mempertanyakan hal yang sudah dianggap benar, keberanian untuk menyoal kebijakan yang tidak logis, dan keberanian untuk berpikir di luar kebiasaan.
Sebagai guru, penulis percaya tugas utama kita bukan hanya memberi jawaban, tetapi membiasakan peserta didik untuk bertanya. Di kelas, penulis tidak marah jika ada murid yang bertanya berkali-kali, meski pertanyaannya sederhana. Penulis justru khawatir jika kelas terlalu sunyi—karena sunyi adalah tanda hilangnya rasa ingin tahu.
Mari kita ciptakan ruang-ruang aman untuk bertanya. Di sekolah, di kampus, di ruang rapat, bahkan di ruang publik. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang berani bertanya dan berani mencari jawaban.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!