Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

VISI | Bertanya

ED
Jumat, 10 Oktober 2025 | 06:08 WIB
Bagikan
VISI | Bertanya

Oleh Drajat

BELUM lama ini penulis diundang menjadi dosen tamu di sebuah universitas. Rasanya seperti nostalgia sekaligus tantangan baru. Biasanya penulis berhadapan dengan siswa sekolah dasar atau menengah, kini berhadapan dengan mahasiswa Gen Z yang datang dari berbagai daerah dengan semangat muda dan ekspresi khas mereka. Topik yang penulis bawakan sederhana, tapi bermakna: “Guru yang Menulis.”

Penulis memulai dengan pertanyaan ringan, “Siapa di antara kalian yang gemar membaca?” Hanya beberapa tangan terangkat, itupun ragu. Maka penulis tekankan, jika ingin tampil beda, mandiri, dan percaya diri—maka membaca adalah hukumnya wajib. Bacalah minimal lima menit sehari, tingkatkan perlahan. Jangan lupa buat catatan kecil dari setiap bacaan, dan biasakan bertanya tentang hal yang belum dipahami.

Penulis lanjutkan dengan kalimat yang sering penulis pakai di kelas, “Orang cerdas itu malunya sekali saat bertanya, tapi cerdasnya seumur hidup. Sebaliknya, orang yang tidak mau bertanya, bodohnya bisa selamanya.” Kelas hening. Tak ada tangan terangkat, tak ada suara. Penulis biarkan sejenak. Lalu penulis keluarkan sebuah pulpen dari saku.

“Sekarang,” kata penulis, “silakan bertanya apa pun tentang pulpen ini.”

Tiba-tiba suasana berubah. Mereka berebut bertanya: “Pulpen itu mereknya apa?” “Berapa harganya?” “Dibeli di mana?” Hingga pertanyaan yang lebih menarik muncul: “Mengapa pulpen diciptakan?” “Bagaimana tinta bisa keluar tanpa tumpah?”

Hanya dengan satu benda sederhana, mereka berani berbicara. Penulis tersenyum. Rupanya, mereka hanya perlu sedikit ruang dan pancingan. Tapi penulis juga sedih. Budaya bertanya, apalagi bertanya secara kritis, masih sangat minim. Bukan karena mereka tidak bisa, melainkan karena tidak dibiasakan.

Penulis kemudian teringat, hal serupa juga terjadi di ruang guru, di forum rapat sekolah, atau musyawarah dengan kepala sekolah. Banyak guru yang ingin mengemukakan pendapat, tapi memilih diam. Setelah rapat usai, barulah muncul komentar, “Sebenarnya saya mau bertanya, tapi takut salah.” Atau bahkan, “Kalau kita bertanya, nanti dianggap melawan.”

Budaya diam seperti ini sangat berbahaya. Ia membunuh rasa ingin tahu, mematikan kreativitas, dan melahirkan generasi yang pasif. Padahal bertanya adalah inti dari belajar.

Dalam Islam, Nabi Ibrahim bertanya kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, perlihatkan kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” (QS. Al-Baqarah: 260). Nabi pun tidak dimarahi. Justru dijawab dengan penjelasan yang menambah keyakinan. Artinya, bertanya bukan tanda lemah, tapi justru tanda ingin tahu dan beriman.

Namun, apa yang terjadi di dunia pendidikan kita? Guru sering kali merasa bertanya kepada pimpinan bisa berujung pada teguran. Mahasiswa takut bertanya karena khawatir disindir. Wartawan pun bisa kehilangan kartu persnya hanya karena bertanya kepada pejabat publik. Baru-baru ini, kasus itu terjadi saat seorang jurnalis menanyakan detail program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pemimpin negeri ini. Ia langsung “disanksi”, sebelum akhirnya sang pejabat meminta maaf setelah peristiwa itu viral.

Fenomena ini menunjukkan bahwa budaya bertanya bukan hanya persoalan ruang kelas, tapi juga budaya bangsa. Kita belum benar-benar menempatkan pertanyaan sebagai bagian dari kemajuan berpikir. Padahal, sejarah mencatat, semua penemuan besar lahir dari pertanyaan sederhana: “Mengapa?” “Bagaimana?” “Jika begitu, apa akibatnya?”

Kita mungkin tidak kekurangan fasilitas belajar, tetapi kita kekurangan keberanian intelektual. Keberanian untuk mempertanyakan hal yang sudah dianggap benar, keberanian untuk menyoal kebijakan yang tidak logis, dan keberanian untuk berpikir di luar kebiasaan.

Sebagai guru, penulis percaya tugas utama kita bukan hanya memberi jawaban, tetapi membiasakan peserta didik untuk bertanya. Di kelas, penulis tidak marah jika ada murid yang bertanya berkali-kali, meski pertanyaannya sederhana. Penulis justru khawatir jika kelas terlalu sunyi—karena sunyi adalah tanda hilangnya rasa ingin tahu.

Mari kita ciptakan ruang-ruang aman untuk bertanya. Di sekolah, di kampus, di ruang rapat, bahkan di ruang publik. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang berani bertanya dan berani mencari jawaban.

Sebab sesungguhnya, bertanya adalah tanda kehidupan akal. Dan saat akal berhenti bertanya, di situlah kebodohan mulai berakar.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.