VISI | Ber-NU untuk Apa?
Oleh Bambang Melga Suprayogi
Ber NU itu meningkatkan kualitas kepribadian kita. Ber NU itu, berarti mengikrarkan diri untuk jadi contoh, untuk jadi teladan, dan siap dikenang amal baiknya, karena ia dituntut meninggalkan jejak kebermanfaatan diri.
Ciri orang NU yang sekilas bisa terbaca oleh banyak orang adalah, dari cara ia berpakaian, itu menunjukan pembeda dari sisi segi visual, dan sekaligus memberi kesan unsur membumi yang lekat dengan keramah tamahan khas Nusantara.
Sangat jamak dan sudah jadi ciri khasnya, orang NU itu berpeci, dan sarungan, hal ini sebenarnya sudah jadi pembeda, yang menunjukan ciri menyatunya keimanan pada diri orang NU itu, yang berbeda dengan orang kebanyakan.
Sadar atau tidak, budaya berpeci dan sarungan, menempati tempat kultural terbaik di kita, yang membawa nilai keademan, damai, dan humanis, yang siap akrab, mau terbuka dengan siapapun.
Bagaimana tampilan dari orang NU yang benar, yang bisa menunjukan ciri ke NU-annya ?
Mungkin bisa melihat rujukan pada tampilan Gus Dur, Gus Mus, Gus Baha, yang selalu tampil sederhana, tidak terlalu mengandalkan gaya, apalagi beraksesoris berlebihan.
Bagaimana kalo pakai Blangkon, jas, dan masih tetap sarungan ? Atau pakai sorban, jas, gamis sebatas lutut, dan tetap sarungan ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!