VISI | Bagaimana AI Bisa Merugikan, dan Membantu Jurnalisme Lokal
Tahun ini, *The Guardian* melaporkan bahwa jurnalis di News Corp menyuarakan kekhawatiran atas rencana perusahaan untuk memperluas penggunaan AI dalam produksi berita, termasuk alat yang akan digunakan untuk menulis dan menyunting berita, yang pada praktiknya menjalankan peran editor pelaksana (*sub-editor*).
Penelitian nasional dan internasional menunjukkan penggunaan AI di ruang redaksi terus meningkat. Studi tahun 2024 terhadap 1.004 jurnalis di Inggris menemukan bahwa 56 persen menggunakan AI secara profesional setidaknya sekali seminggu, terutama untuk kecepatan dan efisiensi. Namun, masih sedikit yang menggunakan AI untuk produksi audio atau video. Meski demikian, penelitian tentang penggunaan AI oleh jurnalis lokal masih terbatas. Studi tahun 2025 menggunakan alat pendeteksi teks AI dan menemukan bahwa sembilan persen dari 186.000 artikel di 1.500 surat kabar AS dibuat sebagian atau sepenuhnya oleh AI, dan penggunaan AI tersebut jarang diungkapkan kepada publik.
Salah satu bidang yang dinilai layak untuk pengembangan AI secara hati-hati adalah peliputan pengadilan lokal. Penelitian kami dan studi lainnya menunjukkan bahwa peliputan pengadilan sering tidak merata dan sporadis karena keterbatasan sumber daya. Meliput persidangan merupakan salah satu tugas paling memakan waktu bagi media lokal.
Penelitian internasional menemukan minimnya pengawasan publik terhadap pengadilan koroner oleh media lokal di Inggris, dengan banyak proses inkuiri tidak dilaporkan di wilayah *news deserts*. Di Inggris, peneliti dari University of Surrey mengembangkan alat transkripsi AI untuk sidang Mahkamah Agung yang diklaim membuat proses peradilan lebih mudah diakses dan transparan. Contoh penggunaan lain adalah melatih AI untuk membantu jurnalis memilah dokumen pengadilan guna menemukan surat perintah penggeledahan yang layak ditelusuri lebih lanjut.
Pengadilan Koroner Victoria menjalankan program percontohan pada 2024 yang mengeksplorasi penggunaan AI untuk menelaah dokumen besar dan mengekstraksi informasi penting. Seluruh eksperimen tersebut menegaskan bahwa AI harus mendukung, bukan menggantikan, manusia. Pengawasan manusia diperlukan bukan hanya untuk memastikan akurasi, tetapi juga karena jurnalis memiliki peran penting saat melaporkan peristiwa pada “momen terburuk” seseorang atau untuk menentang pembatasan peliputan pengadilan yang tidak semestinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!