VISI | Bagaimana AI Bisa Merugikan, dan Membantu Jurnalisme Lokal
Oleh Kristy Hess dan Angela Ross
- Deakin University
KECERDASAN Buatan (AI) semakin banyak digunakan oleh produsen berita lokal untuk menciptakan efisiensi dan membantu pekerjaan jurnalis. Seperti halnya kemunculan platform digital, AI dapat menjadi sahabat sekaligus musuh bagi media lokal serta sistem sosial dan politik kita.
Jurnalisme kepentingan publik secara luas diakui sebagai bagian penting dari demokrasi yang sehat. Jika dijalankan dengan baik, jurnalisme mampu meminta pertanggungjawaban lembaga publik dan individu berkuasa, menjaga masyarakat tetap terinformasi, serta menyediakan wadah bagi perdebatan publik.
Dengan lebih dari 550 pemerintah daerah yang beroperasi di seluruh Australia dan ratusan pengadilan, peran media berita lokal menjadi sangat vital dalam memastikan masyarakat tetap mengetahui urusan sipil di seluruh wilayah negara.
Perjuangan Media Lokal
Meski memiliki peran penting, banyak sektor media lokal di dunia menghadapi penurunan pendapatan iklan dan fragmentasi audiens akibat gangguan besar setelah bangkitnya perusahaan teknologi raksasa (Big Tech).
Pandemi Covid-19 memperparah kondisi tersebut dengan pemangkasan, penutupan media, dan konsolidasi. Di tengah situasi ini, kekhawatiran terhadap munculnya *news deserts* — kota atau wilayah yang hampir tidak memiliki akses terhadap berita lokal yang relevan — semakin meningkat.
Tren ini mengkhawatirkan bagi berfungsinya demokrasi secara sehat, karena berbagai studi menemukan kaitan antara menurunnya media lokal dengan meningkatnya inefisiensi pemerintahan, korupsi, dan polarisasi politik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!