VISI | Asyiknya MBG!

ED
Senin, 2 Februari 2026 | 06:29 WIB
Bagikan
VISI | Asyiknya MBG!

Evaluasi bukan untuk menyalahkan. Tapi untuk menyempurnakan. Jika pemerintah menutup mata pada dampak sampingnya, maka program ini bisa menjadi seperti obat yang dosisnya berlebihan: niatnya menyembuhkan, tapi efek sampingnya melemahkan organ lain.

MBG harus tetap berjalan, namun dengan penataan yang kuat. Beberapa solusi yang realistis: Waktu pembagian harus ketat dan singka, misalnya maksimal 20–30 menit, bukan 2 jam pelajaran. Petugas khusus MBG, guru tidak boleh menjadi operator utama. Guru harus mengajar. SOP distribusi yang efisien, antrean rapi, paket siap, pembagian cepat, bersih, dan disiplin. Integrasi edukatif, MBG bisa jadi media pendidikan: gizi, kebersihan, adab makan, budaya antre, tanggung jawab. Monitoring jam efektif belajar, pastikan tidak ada pelajaran yang “hilang” tanpa kompensasi. Transparansi anggaran dan evaluasi publik, agar program ini dipercaya dan tidak menimbulkan prasangka sosial.

Catatan akhir, jangan sampai sekolah berubah fungsi menjadi tempat menunggu makan, bukan tempat menumbuhkan ilmu. MBG itu asyik. Benar. Anak-anak bahagia. Itu kabar baik.

Namun jika MBG membuat pelajaran terganggu, membuat guru kehilangan fokus, membuat sekolah kehilangan marwah, maka “asyik” itu harus segera diperbaiki. Karena pendidikan bukan sekadar memberi makan. Pendidikan adalah memberi arah hidup. Dan bila bangsa ini ingin maju, maka program sebaik apa pun harus tunduk pada satu tujuan utama: mencerdaskan kehidupan bangsa.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.