VISI | Asyiknya MBG!

ED
Senin, 2 Februari 2026 | 06:29 WIB
Bagikan
VISI | Asyiknya MBG!

Dan di sinilah problemnya: kita sedang mengorbankan nutrisi kecerdasan demi nutrisi perut, seolah keduanya tidak bisa berjalan bersama. Padahal harusnya bisa. Bahkan wajib bisa. Yang terjadi kemudian mudah ditebak. Anak-anak mulai membangun “pola pikir baru”:

“Kapan MBG dibagi?”

“Setelah MBG, kapan pulang?”

“Pak, cepat dong… nanti keburu MBG.”

Akhirnya sekolah terasa seperti ruang tunggu: menunggu makan, menunggu pulang. Jika ini berlangsung terus-menerus, jangan kaget bila pembelajaran kehilangan wibawanya. Guru kehilangan momentumnya. Dan peserta didik kehilangan fokusnya.

Kita tidak menolak MBG. Tidak. Program ini baik. Bahkan sangat baik. Namun yang harus kita kritisi adalah eksekusinya. Karena pendidikan bukan hanya soal memberi. Tapi soal mengelola. Soal menimbang dampak. Soal mengatur prioritas.

Jika program MBG masuk sekolah tanpa desain yang matang, tanpa SOP yang disiplin, tanpa manajemen waktu yang presisi, maka yang terjadi bukan pemberdayaan, melainkan gangguan sistemik. Seolah sekolah ini punya dua kurikulum: Kurikulum resmi: literasi, numerasi, karakter, kompetensi. Kurikulum tidak tertulis: “jadwal MBG”.

Yang kedua sering lebih ditunggu. Ini lucu. Tapi sekaligus mengkhawatirkan. Di beberapa sekolah, guru bukan hanya mengajar. Guru juga ikut mengurus MBG. Mengatur antrean. Memastikan pembagian. Menertibkan siswa. Menghitung paket. Mengawasi. Kadang ikut membersihkan. Bahkan ada yang ikut jadi “koordinator lapangan”.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.