Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

VISI | AS Tak Lagi Dominan, Dunia Bergerak Menuju Tatanan Multipolar

ED
Rabu, 24 September 2025 | 18:13 WIB
Bagikan
VISI | AS Tak Lagi Dominan, Dunia Bergerak Menuju Tatanan Multipolar
  • Berbeda dengan masa ketika Amerika Serikat memegang kekuasaan unipolar, kini situasi telah berubah seiring dengan Tiongkok dan negara-negara BRICS yang mulai membentuk dunia multipolar tanpa pendekatan militer.

Oleh Anuradha Chenoy (Universitas Global O.P. Jindal, Sonipat)

UNTUK pertama kalinya dalam sejarah modernnya, Amerika Serikat menghadapi pesaing tangguh — Tiongkok yang dengan cepat melampauinya.

Selama bertahun-tahun, AS telah melampaui produksi dan inovasi pesaingnya seperti Jerman, Jepang (sebelum Perang Dunia II), dan Uni Soviet selama Perang Dingin.

Setelah runtuhnya Uni Soviet pada Desember 1991, AS muncul sebagai satu-satunya superpower. Tak mengherankan jika sistem global saat itu disebut sebagai unipolar (berkutub tunggal).

Namun kini, hal itu sudah tidak berlaku lagi.

Para pembuat kebijakan di AS terbagi mengenai bagaimana cara mengembalikan dominasi yang hilang. Kebijakan AS saat ini di bawah pemerintahan Trump 2.0 membingungkan baik sekutu maupun lawan, sembari secara tak langsung mempercepat restrukturisasi hubungan internasional.

Tiongkok masuk ke panggung — ada cukup banyak data yang mendukung label “pacing threat” yang diberikan AS kepadanya.

Meski Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika masih lebih tinggi dibanding Tiongkok, menurut proyeksi IMF untuk tahun 2025, kekuatan daya beli (Purchasing Power Parity/PPP) Tiongkok mencapai 1,33 kali dari AS. Walaupun PDB-nya secara nominal lebih rendah, tingkat pertumbuhan tahunan Tiongkok jauh melampaui AS.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.