VISI | AS Tak Lagi Dominan, Dunia Bergerak Menuju Tatanan Multipolar
- Berbeda dengan masa ketika Amerika Serikat memegang kekuasaan unipolar, kini situasi telah berubah seiring dengan Tiongkok dan negara-negara BRICS yang mulai membentuk dunia multipolar tanpa pendekatan militer.
Oleh Anuradha Chenoy (Universitas Global O.P. Jindal, Sonipat)
UNTUK pertama kalinya dalam sejarah modernnya, Amerika Serikat menghadapi pesaing tangguh — Tiongkok yang dengan cepat melampauinya.
Selama bertahun-tahun, AS telah melampaui produksi dan inovasi pesaingnya seperti Jerman, Jepang (sebelum Perang Dunia II), dan Uni Soviet selama Perang Dingin.
Setelah runtuhnya Uni Soviet pada Desember 1991, AS muncul sebagai satu-satunya superpower. Tak mengherankan jika sistem global saat itu disebut sebagai unipolar (berkutub tunggal).
Namun kini, hal itu sudah tidak berlaku lagi.
Para pembuat kebijakan di AS terbagi mengenai bagaimana cara mengembalikan dominasi yang hilang. Kebijakan AS saat ini di bawah pemerintahan Trump 2.0 membingungkan baik sekutu maupun lawan, sembari secara tak langsung mempercepat restrukturisasi hubungan internasional.
Tiongkok masuk ke panggung — ada cukup banyak data yang mendukung label “pacing threat” yang diberikan AS kepadanya.
Meski Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika masih lebih tinggi dibanding Tiongkok, menurut proyeksi IMF untuk tahun 2025, kekuatan daya beli (Purchasing Power Parity/PPP) Tiongkok mencapai 1,33 kali dari AS. Walaupun PDB-nya secara nominal lebih rendah, tingkat pertumbuhan tahunan Tiongkok jauh melampaui AS.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!