VISI | Ambigu: Mencari Kejernihan Arah Pendidikan Kita
Di tengah kerumitan ini, para guru tetap mengajar setiap hari. Mereka menyapa siswa dengan senyum, mempersiapkan RPP, menyusun asesmen, mendampingi kegiatan, bahkan menjadi penolong pertama ketika murid mengalami persoalan emosional maupun sosial. Mereka bekerja dengan hati, meski masa depan karier mereka belum sepenuhnya terjamin.
Apakah tidak selayaknya negara hadir memberikan kejelasan yang utuh?
Pendidik tidak pernah meminta jalan yang mulus. Mereka memahami bahwa profesi ini penuh tantangan. Yang mereka butuhkan adalah arah yang jelas, aturan yang konsisten, serta kehadiran negara sebagai pelindung, bukan sekadar penonton yang hanya turun tangan ketika sudah viral.
Arah pendidikan tidak boleh bergantung pada tren sesaat atau pergantian kepemimpinan. Pendidikan harus memiliki peta jalan jangka panjang yang kuat dan disepakati bersama, supaya tidak ada lagi kebijakan yang naik-turun tanpa sinkronisasi.
Kejelasan bukan sekadar administrasi; ia adalah kebutuhan psikologis bagi pendidik agar dapat bekerja dengan tenang.
Pada akhirnya, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Keberhasilannya tidak bisa dilihat dalam satu-dua tahun, melainkan puluhan tahun ke depan. Guru adalah pelaksana utama investasi ini. Dan mereka layak mendapatkan kepastian.
Pemerintah, baik pusat maupun daerah, sejatinya memiliki niat baik. Namun niat baik harus diikuti dengan tata kelola yang baik pula. Pendidikan tidak boleh terus-menerus berjalan dalam bayang-bayang ambiguitas.
Kita semua—pemerintah, pendidik, masyarakat—berada di kapal yang sama. Tujuan kita pun sama: mendidik generasi masa depan dengan sebaik-baiknya. Maka marilah memastikan bahwa kapal ini tidak berlayar tanpa kompas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!