Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | AI dalam Jurnalisme dan Demokrasi: Bisakah Kita Mengandalkannya?

ED
Jumat, 19 Desember 2025 | 06:35 WIB
Bagikan
VISI | AI dalam Jurnalisme dan Demokrasi: Bisakah Kita Mengandalkannya?

Bagi jurnalis dan audiens, risikonya terletak pada ketidakmampuan memverifikasi konten yang dihasilkan AI. Ketika semakin banyak konten AI didorong ke ekosistem informasi tanpa pelabelan atau konteks yang jelas, lingkungan media menjadi kabur—perbedaan antara pelaporan dan simulasi, serta antara fakta dan rekayasa, makin sulit dibedakan.

Masa depan jurnalisme akan bergantung pada kemampuan institusi untuk beradaptasi dan mengatur penggunaan AI secara bermakna. Ini berarti bukan hanya mengembangkan standar editorial dan praktik verifikasi baru, tetapi juga meningkatkan upaya untuk memastikan bahwa data, tenaga kerja, dan energi yang menopang sistem-sistem ini dibuat terlihat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pertanyaannya bukan apakah AI akan membentuk ulang jurnalisme. Itu sudah terjadi. Pertanyaannya adalah apakah masyarakat demokratis dapat mencegah AI merusak kepercayaan terhadap institusi publik.

Bagi kita yang peduli dari mana informasi dan jurnalisme berasal (provenansinya), kemampuan manusia untuk memeriksa dan memverifikasi informasi tidak dapat menandingi kecepatan kilat chatbot dalam memuntahkan teks, data, dan gambar yang meragukan. Kecuali manusia dapat mengembangkan protokol dan metode untuk merebut kembali kendali, pengawasan, dan pemeriksaan sebelum membagikan keluaran mesin, kita berisiko mengalami erosi lebih lanjut atas fondasi masyarakat—kesepakatan atas fakta yang memungkinkan pemikiran rasional dan perilaku yang menyertainya.***

  • Dr. Jake Goldenfein, dosen di Fakultas Hukum Universitas Melbourne dan Peneliti Utama di ARC Centre of Excellence for Automated Decision-Making and Society.
  • Dr. Fan Yang juga berada di Fakultas Hukum Universitas Melbourne dan meneliti dampak teknologi digital internasional berskala besar.
  • Daniel Angus, Profesor Komunikasi Digital dan Direktur Digital Media Research Centre QUT.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.