VISI | AI dalam Jurnalisme dan Demokrasi: Bisakah Kita Mengandalkannya?
Bagi jurnalis dan audiens, risikonya terletak pada ketidakmampuan memverifikasi konten yang dihasilkan AI. Ketika semakin banyak konten AI didorong ke ekosistem informasi tanpa pelabelan atau konteks yang jelas, lingkungan media menjadi kabur—perbedaan antara pelaporan dan simulasi, serta antara fakta dan rekayasa, makin sulit dibedakan.
Masa depan jurnalisme akan bergantung pada kemampuan institusi untuk beradaptasi dan mengatur penggunaan AI secara bermakna. Ini berarti bukan hanya mengembangkan standar editorial dan praktik verifikasi baru, tetapi juga meningkatkan upaya untuk memastikan bahwa data, tenaga kerja, dan energi yang menopang sistem-sistem ini dibuat terlihat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pertanyaannya bukan apakah AI akan membentuk ulang jurnalisme. Itu sudah terjadi. Pertanyaannya adalah apakah masyarakat demokratis dapat mencegah AI merusak kepercayaan terhadap institusi publik.
Bagi kita yang peduli dari mana informasi dan jurnalisme berasal (provenansinya), kemampuan manusia untuk memeriksa dan memverifikasi informasi tidak dapat menandingi kecepatan kilat chatbot dalam memuntahkan teks, data, dan gambar yang meragukan. Kecuali manusia dapat mengembangkan protokol dan metode untuk merebut kembali kendali, pengawasan, dan pemeriksaan sebelum membagikan keluaran mesin, kita berisiko mengalami erosi lebih lanjut atas fondasi masyarakat—kesepakatan atas fakta yang memungkinkan pemikiran rasional dan perilaku yang menyertainya.***
- Dr. Jake Goldenfein, dosen di Fakultas Hukum Universitas Melbourne dan Peneliti Utama di ARC Centre of Excellence for Automated Decision-Making and Society.
- Dr. Fan Yang juga berada di Fakultas Hukum Universitas Melbourne dan meneliti dampak teknologi digital internasional berskala besar.
- Daniel Angus, Profesor Komunikasi Digital dan Direktur Digital Media Research Centre QUT.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!