Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026

Viral, Potongan Video Tentang Dalil Bom Bunuh Diri, Ini Tanggapan MUI

ED
Sabtu, 10 Desember 2022 | 05:34 WIB
Bagikan
Viral, Potongan Video Tentang Dalil Bom Bunuh Diri, Ini Tanggapan MUI

VISI.NEWS | MAKASSAR - Sebuah potongan video viral yang saat ini menyebar di WAG di mana seorang dai terkenal di Indonesia menjelaskan Gerakan Bunuh Diri itu versi barat.

“Ini titipan ulama Mesir. Jangan katakan Bom Bunuh Diri tetapi Gerakan Mati Syahid,” ungkapnya di awal potongan video tersebut.

Ulama tersebut pun memberikan dalil tentang Gerakan Mati Syahid.

“Di mana sewaktu perang Uhud, Nabi dan pasukannya terkepung dan seorang sahabat menghunuskan pedangnya dan masuk ke dalam pasukan kafir dan menghantam semua pasukan kafir, dia pun mati. Itu mati syahid,” ulasnya.

Potongan video tersebut merupakan video lama yang diunggah kembali di saat bom bunuh diri terjadi di Polsek Astanaanyar, Bandung. Potongan tersebut seakan menjadi alasan pembenaran dan dukungan kepada pelaku bom bunuh diri yang terjadi.

Menanggapi potongan video ceramah tersebut, Sekretaris Umum MUI Sulsel ust. Muammar Bakry saat dikonfirmasi mengatakan, Rabu (07/12/2022), istilah Harakah Istisyhadiyah (Aksi Mati Syahid) yang dimaksud dalam ceramah tersebut adalah ketika suatu wilayah atau suatu negara itu dalam keadaan perang yang dinamakan Darul Harb.

Di zaman penjajahan Belanda di mana kondisinya dalam keadaan terpaksa itu bisa dipakai istilah Harakah Istisyhadiyah yakni melakukan perlawanan walaupun dalam perlawanan tersebut telah diketahui bahwa pasti kita akan mati jika melawan.

Ust. Muammar Bakry melanjutkan penjelasannya terkait istilah berjihad ini bahwa di dalam Surat at Taubah ayat 111 Allah berfirman yang artinya ‘siap membunuh dan siap dibunuh’. Akan tetapi penjelasan dalam ayat ini mengungkapkan jika dalam kondisi perang maka itu dinamakan jihad.

Jika dalam kondisi tenang atau tidak ada konflik lalu kemudian meledakkan sebuah bom bunuh diri, maka itu bukanlah mati syahid sebagaimana dalam Islam, tetapi mati sia-sia/konyol.

Apa yang disampaikan oleh para ulama Mesir terkait potongan video ceramah itu, sambung Ust Muammar sapaan akrabnya, tentang Harakah Istisyhadiyah disebutkan dalam kondisi di mana umat Islam yang berada di Palestina atau berada di negara-negara yang sedang berperang.

“Nah, dalam konteks inilah ulama berkata Harakah Istisyhadiyah. Beda halnya dengan kita di Indonesia yang kondisinya aman tenang tidak ada perang melawan penjajah dari luar, lalu sekelompok orang mengatasnamakan jihad lalu melakukan bom bunuh diri yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, maka itu haram hukumnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Ust. Muammar juga mengingatkan seluruh masyarakat khususnya yang ada di Sulawesi Selatan untuk tetap tenang menyikapi bom bunuh diri yang baru terjadi.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan jangan cepat terprovokasi dengan potongan video yang menyebarkan rasa benci dan adu domba. Kita harus melihat secara penuh isi ceramah tersebut dan langsung mengkomunikasikan kepada tokoh agama dan ulama-ulama yang ada di lingkungannya,” harapnya.

Di akhir tanggapannya, Ust. Muammar Bakry yang juga Imam Masjid Al Markaz Al Islami Jend M. Yusuf menegaskan bahwa bom bunuh diri yang terjadi di Polsekta Astanaanyar adalah tindakan yang sangat brutal.

Umat Islam harus mengecam tindakan brutal tersebut,” pungkasnya. @fen/sumber: muisulsel.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.