Ustad Defi: Ibadah Itu Harus Pamrih

ED
Minggu, 12 Juni 2022 | 11:08 WIB
Bagikan
Ustad Defi: Ibadah Itu Harus Pamrih

VISI.NEWS | BALEENDAH - Tidak ada mahluk di dunia ini yang tanpa pamrih. Semuanya mengejar pamrih. Semuanya butuh pamrih, apalagi manusia. Demikian dikemukakan oleh Ustad Defi Khumaedi pada Tabligh Akbar Tahadduts bil-Ni'mah Mushola Al Ikhlas, Komplek Bumi Baleendah Asri, Jelekong, Kab. Bandung, Minggu (12/6/2022).

Ustad yang biasa disapa Usdef ini mengungkapkan bahwa pemahaman tentang ikhlas sekarang ini ada yang salah paham dan ada yang disalahkan pahamnya. "Salah paham, dalam pengertian salah memahami dalil. Sedangkan yang disalahkan pahamnya, dalam pengertian guru yang mengajarkan salah. Sehingga, pengikutnya juga jadi salah," ujarnya.

Usdef mengungkapkan bahwa sekarang ini kita banyak yang disalahkan pahamnya, terutama masalah ikhlas dalam beribadah. Orang yang disalahkan pahamnya ketika beribadah. Paradigma, padahal pamrih ketika kita beribadah.

"Aya ungkapan, lamun maneh ibadah hayang ka surga can ikhlas, lamun sieun kana raka can bener (Ada ungkapan, kalau kamu ibadah karena ingin surga, belum ikhlas, kalau takut neraka belum benar)," katanya.

Ikhlas itu, kata Usdef, oleh sebagian pemahaman belum dianggap benar kalau masih pamrih. "Padahal, ada tidak di dunia ini yang tanpa pamrih. Jangan diartikan pamrih itu uang, materi. Pamrih itu harapan atau cita-cita kita ketika kita mengerjakan sebuah pekerjaan," jelasnya.

Tidak ada mahluk di dunia ini, katanya, yang tanpa pamrih. Ia mencontohkan, kerbau di sawah suka dihinggapi burung jalak. "Pertanyaanya, kenapa kerbau rela dihinggapi jalak, karena jalak butuh kutu kerbau, kerbau suka diambilin kutunya," ungkapnya.

Begitu juga lebah yang nempel di bunga. Lebah butuh bunga, bunga butuh lebah. Saling pamrih. Simbiosis mutualis. Harus ada saling menguntungkan.

"Karena pamrih itu fitrah manusia, jangan sampai ibadah itu tanpa pamrih. Kenapa kita beribadah asal-asalan karena belum tahu pamrih dari ibadah. Ikhlas itu pamrih tapi diarahkan kepada yang dituju. Ketika pamrih itu hanya kepada Alloh, itulah yang dinamakan ikhlas," tandasnya.

Yang disebut ikhlas itu pamrih. Tapi, kata Usdef, pamrihnya kepada Alloh.

Kalau pamrih dihilangkan, akan asal-asalan ibadah kepada Alloh. "Kenapa di mal lebih rame daripada di mesjid. Kenapa di mesjid tidak? Karena banyak orang ketika melaksanakan salat belum kebayang apa yang akan didapatkan. Tapi, kalau sudah tahu pamrihnya, terbayang akan ramainya itu mesjid".

Ikhlas, kata Usdef, beda dengan ridho. Ridho kerelaan hati ketika kita melakukan atau menolak sebuah pekerjaan. Sedangkan ikhlas memurnikan niat kita karena Alloh. "Ridho itu kebalikannya terpaksa. Sedangkan ikhlas kebalikan dari riya'," ujarnya.

Kalau ikhlas itu tanpa pamrih, katanya, kenapa Alloh dan Rasulullah mengiming-imingi kita dengan surga. Kita jangan mengharap pahala, tapi Alloh dan Rasul mengiming-imingi surga. "Itulah, sebenarnya kita mengejar pamrih dari Alloh dan Rasulnya," pungkas Usdef.

Tabligh Akbar Tahadduts bil-Ni'mah Mushola Al Ikhlas, Komplek Bumi Baleendah Asri, Jelekong, Kab. Bandung ini dibuka oleh Ketua DKM Al Ikhlas Ustad Muslichudin, dan dihadiri oleh Ketua Yayasan Bumi Baleendah Asri Ustad Sopiana Hudri, Ketua RW-11 Nurmawan, keluarga Somantri yang mewakafkan tanah untuk mesjid Al Ikhlas, para tokoh masyarakat dan warga setempat.@asa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.