Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Berkarakter Bedas, 94 Kepala Desa dan Lurah Ikuti Pesantren Kilat
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan pelaksanaan pesantren kilat ini sebagai upaya serius dalam rangka mendukung visi Pemkab Bandung, yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera (Bedas).
"Kegiatan pesantren bagi kepala desa ini merupakan implementasi penjabaran misi ke-4 yaitu mengoptimalkan tata kelola pemerintahan melalui birokrasi yang profesional, dan tata kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan," tutur Dadang Supriatna dalam sambutannya.
Bupati Bandung mengatakan bahwa tahun 2023 ini adalah tahun yang cukup berat, dimana tahun ini situasi sosial, ekonomi masih bergejolak dan tidak menentu atau disebut sebagai era vuca "volatility, uncertainty, complexity and ambiguity", sekaligus tahun politik menjelang tahun 2024 pelaksanaan pemilihan umum. Bupati Bandung berharap kepada para kepala desa dan kelurahan untuk menjaga kondusifitas wilayah.
"Untuk itu, saya mengharapkan seluruh kepala desa dan lurah melalui program dan kegiatan masing-masing, dapat mendorong seluruh jajarannya agar semakin meningkatkan akselerasi kinerja, khususnya pelayanan publik dengan kerja profesional," harap Dadang Supriatna.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengungkapkan sebagai seorang pemimpin di lingkungan kerja masing-masing agar yang mengelola secara langsung layanan kepada masyarakat, baik kepala desa maupun lurah senantiasa harus bergerak cepat, responsif dan aktif memantau keselarasan program dan potensi yang ada (SDM-Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana), dalam mewujudkan visi Pemerintahan Kabupaten Bandung, khususnya terhadap berbagai persoalan dan situasi di tengah masyarakat desa.
"Pimpinan wilayah harus menuju birokrasi yang kompetitif, birokrasi yang berani meninggalkan zona nyaman, mampu merespon segala bentuk perubahan dan senantiasa berinovasi," tutur Kang DS.
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini berharap kepada para santri-santriwan dari para kepala desa dan lurah itu, untuk tetap jaga integritas, profesional, dan loyalis.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!