UNICEF: Ruang Aman Kunci Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia

Desi Rossilawati
Kamis, 23 Juli 2026 | 14:40 WIB
Bagikan
UNICEF: Ruang Aman Kunci Wujudkan Masa Depan Anak Indonesia

Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman (keempat dari kanan), berinteraksi dengan anak-anak saat mengunjungi Pusat PAUD Bilelog, Nusa Tenggara Timur, (29/7/2025)./visi.news/UNICEF Indonesia.

VISI.NEWS - UNICEF menegaskan pentingnya menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi setiap anak sebagai fondasi untuk membangun masa depan yang lebih kuat. Hal tersebut disampaikan Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Maniza Zaman, dalam pernyataannya memperingati Hari Anak Nasional 2026, Kamis (23/7/2026).

Dalam pernyataannya, UNICEF menyambut baik peluncuran Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi Pemerintah Indonesia. Menurut Maniza, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak tidak hanya bergantung pada regulasi dan layanan, tetapi juga pada lingkungan yang aman di rumah, sekolah, ruang bermain, hingga dunia digital.

"Tahun ini, UNICEF menyambut baik Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) yang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia, sebuah inisiatif penting yang mengakui bahwa melindungi anak dari kekerasan tidak hanya memerlukan undang-undang dan layanan yang kuat, tetapi juga lingkungan yang mendukung di tempat anak tinggal, belajar, bermain, dan berinteraksi secara daring," ujar Maniza dalam keterangannya yang diterima VISI.NEWS, Kamis (23/7/2026).

Ia menilai Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memajukan hak dan kesejahteraan anak melalui penguatan kebijakan perlindungan anak, perluasan layanan bagi anak dan keluarga, serta menjadikan perlindungan anak sebagai salah satu prioritas nasional.

Meski demikian, Maniza mengingatkan masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi. Berdasarkan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, lebih dari separuh anak Indonesia berusia 13–17 tahun pernah mengalami sedikitnya satu bentuk kekerasan dalam hidup mereka.

Menurutnya, kekerasan tersebut banyak terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak, seperti rumah, sekolah, maupun ruang digital.

UNICEF juga mengungkapkan hasil dialog dengan anak-anak dan kaum muda mengenai makna ruang aman. Mereka menyampaikan dua hal yang paling penting, yakni terbebas dari kekerasan dan bahaya serta merasa diterima, didengarkan, dan dipercaya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.