Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan USS Lincoln

Desi Rossilawati
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26 WIB
Bagikan
Tujuh Tentara AS Dilaporkan Tewas dalam Bentrokan USS Lincoln

Awak militer AS di kapal induk USS Abraham Linclon ribut hingga tewas./visi.news/AFP

VISI.NEWS - Sedikitnya tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan di kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal induk tersebut diketahui tengah menjalani pengerahan dalam konflik AS dengan Iran.

Laporan mengenai insiden tersebut disampaikan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya, sebagaimana dilansir Press TV, Rabu (12/8/2026).

Menurut laporan tersebut, bentrokan bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke USS Abraham Lincoln untuk merespons keluhan yang disampaikan para awak kapal. Keluhan itu muncul setelah keluarga personel militer AS memprotes lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

Penasihat tersebut disebut mendapat cemoohan dan lemparan botol air ketika berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.

Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik antarpersonel di atas kapal. Sejumlah pisau dan senjata tajam lainnya dilaporkan digunakan dalam perkelahian tersebut.

Akibat bentrokan itu, sedikitnya tujuh personel militer AS dilaporkan tewas, sementara beberapa personel lainnya mengalami luka-luka. Suasana di kapal induk tersebut disebut masih tegang dan tidak menentu.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada tanggapan langsung dari pihak militer AS maupun Gedung Putih mengenai laporan yang disampaikan media Iran tersebut.

USS Abraham Lincoln disebut telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Kapal induk tersebut kini beroperasi di Samudra Hindia dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kapal tersebut juga telah berada di lautan selama 208 hari berturut-turut. Masa tersebut disebut menjadi periode pengerahan tanpa henti terlama bagi kapal induk AS di era modern. USS Abraham Lincoln hanya sempat singgah di Oman pada Juli lalu.

Laporan mengenai bentrokan mematikan tersebut muncul ketika perhatian terhadap kondisi kehidupan dan kerja sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS di kapal induk itu meningkat.

Keluarga personel militer AS sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terkait kelelahan, kesehatan mental, serta dampak pengerahan berkepanjangan terhadap kemampuan personel dalam menjalankan tugas secara aman.

Dalam sebuah pertemuan di San Diego, AS, pekan lalu, sekitar 200 kerabat personel militer AS disebut mengkonfrontasi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao. Mereka mempertanyakan kondisi di dalam kapal induk tersebut serta belum adanya kepastian mengenai tanggal kepulangan para awak kapal.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.