Try Sutrisno Wafat, Prof Didik J Rachbini: Kita Kehilangan Negarawan yang Konsisten Mengkritik Liberalisme
Reformasi Harus Berakar pada Nilai Keindonesiaan
Try Sutrisno juga mencermati arah reformasi yang dinilai terlalu terpengaruh gelombang liberalisasi global. Ia menegaskan bahwa reformasi seharusnya berakar pada nilai dasar keindonesiaan, bukan sekadar meniru sistem Barat.
Dalam pandangannya, demokrasi tidak boleh menjadi sekadar retorika kebebasan, tetapi harus memperkuat integritas nasional dan karakter bangsa.
Kepergian Try Sutrisno menambah daftar tokoh bangsa yang konsisten menyuarakan refleksi kritis atas perjalanan reformasi. Bagi Didik, warisan pemikiran Try penting untuk terus didiskusikan agar Indonesia tetap berpegang pada nilai Pancasila dan cita-cita kemerdekaan.
Dengan wafatnya Try Sutrisno, Indonesia bukan hanya kehilangan mantan wakil presiden, tetapi juga seorang negarawan yang aktif mengawal arah demokrasi hingga akhir hayatnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!