Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Try Sutrisno Wafat, Prof Didik J Rachbini: Kita Kehilangan Negarawan yang Konsisten Mengkritik Liberalisme

Desi Rossilawati
Senin, 2 Maret 2026 | 14:29 WIB
Bagikan
Try Sutrisno Wafat, Prof Didik J Rachbini: Kita Kehilangan Negarawan yang Konsisten Mengkritik Liberalisme

Pada 21 Juli 2025, Try Sutrisno masih tampil sehat dan berpidato lantang dalam acara Pembinaan Ideologi Pancasila di Universitas Indonesia. Dalam forum tersebut, ia menyoroti kecenderungan kehidupan berbangsa yang dinilai semakin liberal dan menjauh dari nilai-nilai Pancasila.

Try menyatakan bahwa amandemen empat kali Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengubah sistem ketatanegaraan secara mendasar. Ia menilai praktik demokrasi Indonesia bahkan lebih liberal dibanding sistem di Amerika Serikat.

Menurutnya, perubahan konstitusi yang dilakukan tanpa kajian mendalam menyisakan berbagai kelemahan setelah lebih dari dua dekade berjalan. Karena itu, ia mendorong evaluasi dan kaji ulang sistem ketatanegaraan agar kembali selaras dengan nilai dasar bangsa.

Sorotan pada Hilangnya Peran MPR sebagai Lembaga Tertinggi

Salah satu poin penting yang disoroti Try Sutrisno adalah perubahan posisi Majelis Permusyawaratan Rakyat yang tidak lagi menjadi lembaga tertinggi negara.

Ia menilai hilangnya peran MPR sebagai pembuat Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) berdampak pada arah pembangunan nasional. Dalam pandangannya, politik jangka pendek lima tahunan yang didorong oleh kepentingan partai politik telah menggeser semangat musyawarah kebangsaan.

Didik menilai kritik tersebut penting untuk menjadi bahan diskursus nasional.

“Beliau mengingatkan bahwa demokrasi adalah sarana untuk mencapai tujuan kemerdekaan, bukan tujuan akhir. Evaluasi diperlukan agar praktik demokrasi tidak melemahkan moral, etika, dan falsafah Pancasila,” ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.