Trump Tegaskan Ultimatum ke Iran: Buat Kesepakatan Nuklir atau Serangan Berikutnya Akan Jauh Lebih Parah

ED
Kamis, 29 Januari 2026 | 13:08 WIB
Bagikan
Trump Tegaskan Ultimatum ke Iran: Buat Kesepakatan Nuklir atau Serangan Berikutnya Akan Jauh Lebih Parah

VISI.NEWS | BANDUNG — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Tehran pada Rabu (28/1/2026). Trump mendesak Iran untuk segera kembali ke meja perundingan dan mencapai kesepakatan soal program nuklir, atau menghadapi “serangan yang jauh lebih parah” dari AS.

Dalam unggahan di media sosial, Trump menulis, “Semoga Iran cepat ‘Datang ke Meja’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara — tanpa senjata nuklir — satu yang baik bagi semua pihak. Waktu terus berjalan, ini benar-benar penting!” Pernyataan ini dikeluarkan di tengah kumpulan pasukan AS yang bergerak ke wilayah Timur Tengah sebagai sinyal kekuatan.

Trump juga mengingatkan bahwa peringatan sebelumnya diikuti dengan serangan militer pada Juni lalu. “Serangan berikutnya akan jauh lebih parah! Jangan biarkan itu terjadi lagi,” tegasnya, sekaligus mengulang bahwa armada Angkatan Laut AS sedang menuju Iran.

Respons keras datang dari Iran. Ali Shamkhani, penasihat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan bahwa setiap tindakan militer dari AS akan direspons oleh Iran dengan sasaran AS, Israel, dan negara-negara pendukungnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan di media sosial bahwa angkatan bersenjata Iran “siap — dengan jari di pelatuk — untuk segera dan dengan kuat merespons setiap agresi.”

Namun dia juga menegaskan bahwa Iran tetap membuka pintu untuk perjanjian nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan tanpa paksaan atau ancaman, serta memastikan hak Iran atas teknologi nuklir damai, dengan jaminan tidak ada senjata nuklir.

“Ayatollah Khamenei telah menekankan bahwa Iran siap berdialog, tetapi negosiasi harus terjadi secara setara dan tanpa intimidasi,” ujar Araqchi, seperti dilaporkan media pemerintah Iran.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada kontak baru dengan utusan khusus AS atau permintaan negosiasi dari Washington.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.