Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Trump Pertimbangkan Opsi Militer Saat Iran Menolak

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Mei 2026 | 13:09 WIB
Bagikan
Trump Pertimbangkan Opsi Militer Saat Iran Menolak

VISI.NEWS | BANDUNG - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut mulai mempertimbangkan langkah militer lanjutan terhadap Iran setelah negosiasi untuk mengakhiri perang menemui jalan buntu. Ketegangan meningkat karena Teheran belum menyetujui proposal yang diajukan Washington.

Media Amerika Serikat Axios, mengutip sumber, melaporkan Trump bertemu dengan tim keamanan pada Senin, 11 Mei, untuk membahas langkah berikutnya dalam perang melawan Iran. Pembahasan itu disebut mencakup kemungkinan melanjutkan aksi militer setelah perundingan dengan Iran tidak menghasilkan kemajuan.

Salah satu sumber menyebut Trump frustrasi karena blokade Iran di Selat Hormuz serta kondisi kepemimpinan Iran yang dinilai tidak satu suara. Perpecahan internal itu disebut menghambat kemampuan Teheran menawarkan konsesi signifikan dalam perundingan nuklir.

Trump sendiri menunjukkan nada keras ketika berbicara kepada awak media di Gedung Putih. Ia menyebut situasi gencatan senjata dengan Iran sangat rapuh.

"Saya akan mengatakan bahwa saat ini situasinya sangat lemah, seperti berada di ambang kematian," kata Trump ke awak media di Gedung Putih, Senin (11/5/2026), dikutip AFP.

"Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi kritis," lanjutnya.

Dalam konteks geopolitik, kebuntuan ini memperlihatkan bahwa isu nuklir dan akses Selat Hormuz masih menjadi titik paling sensitif. Amerika Serikat mengusulkan proposal penghentian perang yang mencakup penghentian program nuklir Iran dan pembukaan akses Selat Hormuz. Namun, Teheran menolak pelucutan nuklir tersebut.

Trump menegaskan Washington tidak akan mundur. Amerika Serikat bahkan disebut mempertimbangkan Freedom Project, yakni operasi mengawal kapal melintasi Selat Hormuz sekaligus mencabut kendali Iran atas perairan strategis itu.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.