Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Trump Pertimbangkan Opsi Militer Saat Iran Menolak

Desi Rossilawati
Selasa, 12 Mei 2026 | 13:09 WIB
Bagikan
Trump Pertimbangkan Opsi Militer Saat Iran Menolak

VISI.NEWS | BANDUNG - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut mulai mempertimbangkan langkah militer lanjutan terhadap Iran setelah negosiasi untuk mengakhiri perang menemui jalan buntu. Ketegangan meningkat karena Teheran belum menyetujui proposal yang diajukan Washington.

Media Amerika Serikat Axios, mengutip sumber, melaporkan Trump bertemu dengan tim keamanan pada Senin, 11 Mei, untuk membahas langkah berikutnya dalam perang melawan Iran. Pembahasan itu disebut mencakup kemungkinan melanjutkan aksi militer setelah perundingan dengan Iran tidak menghasilkan kemajuan.

Salah satu sumber menyebut Trump frustrasi karena blokade Iran di Selat Hormuz serta kondisi kepemimpinan Iran yang dinilai tidak satu suara. Perpecahan internal itu disebut menghambat kemampuan Teheran menawarkan konsesi signifikan dalam perundingan nuklir.

Trump sendiri menunjukkan nada keras ketika berbicara kepada awak media di Gedung Putih. Ia menyebut situasi gencatan senjata dengan Iran sangat rapuh.

"Saya akan mengatakan bahwa saat ini situasinya sangat lemah, seperti berada di ambang kematian," kata Trump ke awak media di Gedung Putih, Senin (11/5/2026), dikutip AFP.

"Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi kritis," lanjutnya.

Dalam konteks geopolitik, kebuntuan ini memperlihatkan bahwa isu nuklir dan akses Selat Hormuz masih menjadi titik paling sensitif. Amerika Serikat mengusulkan proposal penghentian perang yang mencakup penghentian program nuklir Iran dan pembukaan akses Selat Hormuz. Namun, Teheran menolak pelucutan nuklir tersebut.

Trump menegaskan Washington tidak akan mundur. Amerika Serikat bahkan disebut mempertimbangkan Freedom Project, yakni operasi mengawal kapal melintasi Selat Hormuz sekaligus mencabut kendali Iran atas perairan strategis itu.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.