TNI Kerahkan Tiga Helikopter Evakuasi Jenazah Pilot AS di Yahukimo
Pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY yang dibakar di Bandara Ipdeheik, Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan./visi.news/Koops Habema.
"Tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman," kata Tri Purwanto dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).
Sebelumnya, Koops TNI Habema melaksanakan Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan sekaligus melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) taktis terhadap korban.
Operasi tersebut melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Pelaksanaannya dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan di lokasi memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen Riyanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan wilayah.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," kata Riyanto.
Insiden tersebut terjadi setelah pesawat PT AMA Air dengan nomor registrasi PK-RCY diduga diserang dan dibakar di Bandara Ipdeheik pada Kamis (2/7). Aparat menyebut pelaku penyerangan merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sebutan yang digunakan aparat keamanan terhadap milisi Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!