TNI Kerahkan Tiga Helikopter Evakuasi Jenazah Pilot AS di Yahukimo
Pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY yang dibakar di Bandara Ipdeheik, Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan./visi.news/Koops Habema.
VISI.NEWS - Koops TNI Habema mengerahkan tiga helikopter untuk mengevakuasi jenazah warga negara Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, pilot PT Associated Mission Aviation (AMA) yang menjadi korban penyerangan dan pembakaran pesawat di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/7/2026).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artadiguna, mengatakan armada udara tersebut dikerahkan guna mempercepat proses evakuasi jenazah pilot berusia 29 tahun itu.
"Tim sudah terbang dari Timika sejak pukul 06.45 WIT dan berharap proses evakuasi berjalan aman dan lancar," kata Wirya dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/7/2026).
Wirya menyebut pilot berkebangsaan Amerika Serikat tersebut diduga meninggal dunia akibat ditembak anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Namun, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
"Rencananya jenazah akan langsung diterbangkan ke Jayapura," ujarnya.
Selain menembak pilot, kelompok tersebut juga diduga membakar pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA Air sesaat setelah mendarat di Bandara Ipdeheik. Pesawat itu sebelumnya terbang dari Wamena dengan membawa tujuh penumpang.
Ketujuh penumpang tersebut masing-masing Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, memastikan seluruh penumpang selamat.
"Tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman," kata Tri Purwanto dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).
Sebelumnya, Koops TNI Habema melaksanakan Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan sekaligus melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) taktis terhadap korban.
Operasi tersebut melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Pelaksanaannya dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan di lokasi memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen Riyanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan wilayah.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku," kata Riyanto.
Insiden tersebut terjadi setelah pesawat PT AMA Air dengan nomor registrasi PK-RCY diduga diserang dan dibakar di Bandara Ipdeheik pada Kamis (2/7). Aparat menyebut pelaku penyerangan merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sebutan yang digunakan aparat keamanan terhadap milisi Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!