Timbulkan Kemacetan Parah, Proyek Jembatan Laswi Rp 5,33 Miliar Disorot
VISI.NEWS — Proyek penggantian Jembatan Jalan Laswi di kawasan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, kembali menjadi perhatian pengguna jalan. Proyek infrastruktur yang akan menelan anggaran sekitar Rp5,33 miliar itu dikeluhkan karena berlangsung di jalur yang sejak lama dikenal padat, sementara durasi pekerjaannya akan mencapai 180 hari kalender.
Berdasarkan informasi proyek, paket pekerjaan penggantian jembatan tersebut memiliki nilai sekitar Rp5.332.766.232. Pelaksana atau pemenang tender disebutkan CV Az-Zahra Hasanah Abadi.
Dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, proyek ini setara dengan waktu pengerjaan sekitar enam bulan. Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan Jalan Laswi, durasi tersebut menjadi perhatian karena pekerjaan dilakukan di tengah jalur dengan arus kendaraan yang cukup tinggi.
Kondisi lalu lintas semakin terasa pada pagi dan sore hari, ketika kendaraan warga yang berangkat maupun pulang bekerja memenuhi ruas jalan tersebut. Sebelum proyek berlangsung pun, kawasan Laswi Jelekong sudah kerap mengalami kepadatan.
Kini, keberadaan pekerjaan konstruksi membuat ruang pergerakan kendaraan semakin terbatas. Pengendara harus bergantian melintasi area pekerjaan sehingga pada waktu tertentu antrean kendaraan dapat memanjang.
“Kalau pagi memang sudah biasa macet di sini. Sekarang ada proyek jembatan, jadi kalau lewat harus lebih sabar. Apalagi sore saat orang pulang kerja,” ujar seorang pengendara yang melintas di kawasan Jelekong, Senin (14/9/2026) pagi.
Pengendara lainnya mengaku tidak mempermasalahkan pembangunan jembatan selama pekerjaan tersebut memang dibutuhkan. Namun, ia berharap pelaksanaan proyek bisa dikebut dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi.
“Kalau jembatan memang harus diganti, tentu kami mendukung. Tapi kalau bisa jangan sampai enam bulan penuh kalau sebenarnya bisa dipercepat. Yang terdampak kan masyarakat yang lewat setiap hari,” katanya seraya menyebutkan masyarakat sekarang banyak yang mengerti mengenai pengerjaan proyek karena banyak pembanding di media sosial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!