Musa Rajekshah Imbau Warga Tak Panik Hadapi Erupsi Gunung Sinabung 2 Sep 2026 Netty Aher Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Fresh Graduate ke Dunia Kerja 2 Sep 2026 Robert Kardinal Usul Pelaku Pembakaran Hutan Dapat Diganjar Hukuman Mati 2 Sep 2026 Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 1.130 Orang 4.462 Hilang 2 Sep 2026 Diplomasi Balada Literasi Nasional ala Ferry Curtis 2 Sep 2026 Ini Alasan Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat 2 Sep 2026 Farah Puteri Nahlia: Penguatan PDN Krusial untuk Kedaulatan Data Nasional 2 Sep 2026 Setetes Darah untuk Sesama, Kepedulian Warga Warnai Donor Darah di Kecamatan Kencong 2 Sep 2026 Apresiasi Kinerja Kementan, Alien Mus: Swasembada Pangan Harus Terjaga 2 Sep 2026 Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kardus di Bandung Ditangkap 2 Sep 2026 Musa Rajekshah Imbau Warga Tak Panik Hadapi Erupsi Gunung Sinabung 2 Sep 2026 Netty Aher Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Fresh Graduate ke Dunia Kerja 2 Sep 2026 Robert Kardinal Usul Pelaku Pembakaran Hutan Dapat Diganjar Hukuman Mati 2 Sep 2026 Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 1.130 Orang 4.462 Hilang 2 Sep 2026 Diplomasi Balada Literasi Nasional ala Ferry Curtis 2 Sep 2026 Ini Alasan Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat 2 Sep 2026 Farah Puteri Nahlia: Penguatan PDN Krusial untuk Kedaulatan Data Nasional 2 Sep 2026 Setetes Darah untuk Sesama, Kepedulian Warga Warnai Donor Darah di Kecamatan Kencong 2 Sep 2026 Apresiasi Kinerja Kementan, Alien Mus: Swasembada Pangan Harus Terjaga 2 Sep 2026 Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kardus di Bandung Ditangkap 2 Sep 2026

Netty Aher Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Fresh Graduate ke Dunia Kerja

Desi Rossilawati
PN
Rabu, 2 September 2026 | 16:23 WIB
Bagikan
Netty Aher Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Fresh Graduate ke Dunia Kerja

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Aher./visi.news/ist.

VISI.NEWS — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah memastikan program Magang Nasional Batch 2 tidak berhenti sebatas memberikan pengalaman kerja kepada para fresh graduate. Menurutnya, program tersebut harus menjadi jembatan nyata bagi lulusan baru untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Netty menilai program Magang Nasional yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan relevan untuk mengatasi kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja atau skill mismatch.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti maupun menyelesaikan program magang.

“Magang memang penting untuk memberikan pengalaman kerja kepada fresh graduate. Tetapi tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan pengalaman. Yang lebih penting adalah apakah pengalaman tersebut benar-benar meningkatkan kompetensi dan membuka jalan menuju pekerjaan yang layak,” ujar Netty dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Netty meminta pemerintah memastikan peserta Magang Nasional memperoleh pengalaman yang sesuai dengan kompetensi, pendampingan, serta pembelajaran yang nyata selama menjalani program.

Ia mengingatkan agar program tersebut tidak berubah menjadi sarana bagi perusahaan mendapatkan tenaga kerja untuk mengerjakan pekerjaan rutin, tetapi minim peningkatan kompetensi bagi peserta.

“Jangan sampai kita hanya menyelesaikan persoalan ‘belum punya pengalaman kerja’, tetapi setelah magang selesai mereka kembali menghadapi persoalan yang sama, yaitu sulit mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Menurut Netty, pengalaman magang seharusnya meningkatkan daya saing peserta ketika mereka memasuki pasar kerja. Karena itu, substansi pembelajaran dan relevansi pekerjaan selama magang menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

DPR Minta Evaluasi Magang Nasional Berbasis Outcome

Netty juga mendorong agar evaluasi Magang Nasional tidak berhenti pada indikator jumlah peserta yang diterima dan menyelesaikan program.

Ia menilai pemerintah perlu mengukur outcome program, termasuk jumlah peserta yang mendapatkan pekerjaan setelah magang, kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi, hingga kemampuan peserta bertahan di dunia kerja.

“Ukuran keberhasilan program harus sampai pada outcome. Berapa yang setelah magang diterima bekerja? Apakah pekerjaannya sesuai kompetensi? Dan apakah mereka mampu bertahan dalam pekerjaan tersebut?” jelasnya.

Dengan evaluasi tersebut, pemerintah dapat mengetahui apakah Magang Nasional benar-benar efektif membantu transisi lulusan baru dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.

Selain peningkatan kompetensi, Netty menekankan pentingnya aspek perlindungan bagi peserta Magang Nasional.

Menurutnya, peserta harus mendapatkan lingkungan kerja yang aman, jam kerja yang wajar, pendampingan, serta mekanisme pengaduan apabila menghadapi persoalan selama mengikuti program.

“Fresh graduate jangan hanya dilihat sebagai penerima manfaat program, tetapi juga sebagai generasi pekerja yang sedang memasuki dunia kerja. Mereka membutuhkan pengalaman, tetapi juga membutuhkan perlindungan dan kepastian arah setelah program selesai,” tegasnya.

Netty berharap Magang Nasional dapat menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi *skill mismatch* sekaligus memperkuat transisi dari pendidikan menuju pekerjaan.

“Magang enam bulan bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah semakin banyak anak muda yang memiliki kompetensi dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Jangan sampai pengalaman bertambah, tetapi kesempatan kerjanya tetap tidak bertambah,” tutupnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.