Tiga Wilayah UK Bahas Masa Depan Konstitusional Inggris Raya
Ilustrasi benedera./visi.news/re-tawon.
"Saya tidak ingin menimbulkan masalah, tetapi saya katakan kepada Anda, saya ingin sekali melihatnya bersatu," ujar Trump saat itu.
"Menurut saya, itu akan menjadi pencapaian luar biasa bagi semua pihak jika hal itu terjadi. Anda tahu? Menurut pandangan saya, hal itu pada akhirnya akan terjadi. Jadi, sebaiknya terjadi sekarang saja," imbuhnya.
Berdasarkan Good Friday Agreement, referendum mengenai status konstitusional Irlandia Utara dapat digelar apabila terdapat indikasi kuat bahwa mayoritas penduduk menginginkan wilayah tersebut keluar dari Inggris Raya dan menjadi bagian dari Irlandia yang bersatu.
Swinney mengatakan kepemimpinan Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara oleh partai-partai pro-kemerdekaan menjadi perkembangan signifikan dalam perdebatan mengenai masa depan Inggris Raya.
"Untuk pertama kalinya, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara dipimpin oleh menteri pertama yang pro-kemerdekaan," kata Swinney, seraya berpendapat bahwa perkembangan ini menunjukkan adanya peningkatan dukungan terhadap perubahan konstitusi.
Pemimpin Skotlandia tersebut berharap diskusi di Cardiff tidak hanya membahas isu kemerdekaan, tetapi juga memperkuat kerja sama antarwilayah serta membicarakan pendekatan masing-masing pihak terhadap masa depan konstitusional.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan referendum kemerdekaan Skotlandia lainnya dapat digelar apabila terdapat "konsensus yang jelas" di Skotlandia yang mendukung pelaksanaannya.
Namun, Burnham kemudian menyurati Swinney untuk menegaskan kembali sikap pemerintah bahwa referendum kemerdekaan lainnya tidak akan didukung sebelum pemilihan umum berikutnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!