Tiga Inovator Indonesia Terpilih sebagai Ashoka Fellow 2025

ED
Jumat, 19 Desember 2025 | 16:52 WIB
Bagikan
Tiga Inovator Indonesia Terpilih sebagai Ashoka Fellow 2025

VISI.NEWS | BANDUNG - Ashoka, jaringan wirausahawan sosial terbesar di dunia, memberikan anugerah Ashoka Fellow kepada tiga penggerak perubahan Indonesia, yakni: Benny Prawira (Into the Light), Atika Paraswaty (Perkumpulan Suaka untuk Perlindungan Hak Pengungsi - SUAKA), dan Latifah Anum Siregar ((Aliansi Demokrasi untuk Papua – ALDP). Ashoka Fellow adalah dukungan sumber daya dan jaringan Ashoka yang diharapkan mampu memperluas jangkauan dan dampak para penggerak perubahan sistem di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Ketiga orang ini adalah penggerak perubahan yang memiliki ide dan inovasi baru dalam menyelesaikan masalah-masalah pelik, terutama di Indonesia, melalui cara yang inovatif dan kolaboratif,” ujar Rezza Brammadita, Venture & Fellowship Manager Ashoka, Kamis (18/12/2025).

Sebelum menjadi Ashoka Fellow, ketiga penggerak perubahan ini terlebih dahulu melewati serangkaian seleksi berjenjang, mulai dari tingkat nasional hingga global, dengan proses penilaian akhir di Dewan Pembina Ashoka Global. Dalam penilaian tersebut, Dewan Pembina Ashoka Global menilai bila Benny Prawira telah berhasil merevolusi pencegahan bunuh diri dan kesehatan mental di Indonesia, dengan melatih lebih dari 200 relawan muda sejak 2016, mengadakan 50+ sesi pelatihan setiap tahun, dan melatih 100+ jurnalis untuk peliputan sensitif.

“Melalui organisasinya, Into The Light, Benny telah bekerja sama dengan kaum muda, ekosistem sekolah, universitas, media, dan pemerintah untuk mengubah sikap masyarakat terhadap pencegahan bunuh diri dan mengubah cara masyarakat mempraktikkan kesehatan mental di Indonesia,” kata Rezza.

Pada tahun 2025 ini, dua Ashoka Fellow datang dari akar rumput pergerakan perlindungan hak asasi manusia, mereka adalah Atika Paraswaty dan Latifah Anum Siregar. Dengan mendirikan Aliansi Demokrasi untuk Papua (ALDP), Latifah Anum Siregar telah berhasil membuka akses keadilan di wilayah terpencil, di Papua. Saat ini, Anum sudah melatih 120 paralegal adat dan menargetkan 1.000 paralegal lainnya dalam lima tahun ke depan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.