Terdampak Bencana, 46 Persen Daerah Irigasi di Sukabumi dalam Penanganan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus./visi.news/Andri.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Sukabumi tetap berupaya membangun dan memelihara jaringan irigasi dengan mengutamakan kualitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Irigasi yang berfungsi baik diharapkan mampu mengalirkan air hingga ke lahan pertanian sehingga produktivitas lahan baku sawah dapat terus meningkat.
“Dengan anggaran keterbatasan ini, tentu yang kita lakukan membangun yang berkualitas dan memelihara yang berkelanjutan. Ini harapan kita semua. Dengan irigasi berfungsi kemudian airnya sampai ke lahan yang ada dengan sendirinya produktivitas lahan baku kita meningkat,” tutur Uus.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Sukabumi juga memperkuat pengelolaan jaringan irigasi melalui pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Mitra Cai. Kelompok tersebut dibekali berbagai fasilitas dan dukungan agar mampu menjaga jaringan irigasi yang telah dibangun sehingga usia layanannya lebih panjang.
“Irigasi adalah urat nadi para petani. Mereka diberdayakan, difasilitasi, dari mulai kesejahteraannya, asuransi, kemudian ada insentif, ada juga fasilitas berupa sarana yang dibutuhkan. Dengan harapan, ketika irigasi kita bangun, umurnya lebih panjang karena dikelola dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriyadi, mengatakan terdapat 156 daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Jaringan irigasi tersebut mencakup sekitar 19 ribu hektare lahan potensial dan fungsional.
"Hasil dari evaluasi bersama dengan UPTD dan wilayah bahwa lahan potensial dan lahan fungsional, itu kurang lebih di 19 ribu hektar dalam 156 daerah irigasi, kewenangan Kabupaten Sukabumi," ujarnya.
Menurut Yadi, sebanyak 56 daerah irigasi yang terdampak bencana sepanjang 2024 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, 25 daerah irigasi telah selesai ditangani, sementara sisanya akan ditangani secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!