Telur Rebus, Superfood yang Tak Selalu Aman Jika Dimakan Berlebihan
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 21 Mei 2025 | 01:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Telur dikenal sebagai salah satu superfood dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Mengandung vitamin A, B12, B9, E, kolin, lutein, serta sekitar 6 gram protein per butir, telur menjadi pilihan praktis dan sehat untuk sarapan, terutama bagi pelaku diet.
Namun, menurut berbagai sumber seperti Healthline dan American Heart Association, konsumsi telur tetap harus dibatasi, maksimal satu butir per hari atau tidak lebih dari tujuh butir per minggu. Jika dikonsumsi berlebihan, telur bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Berikut ini beberapa risiko kesehatan yang bisa timbul bila Anda terlalu sering mengonsumsi telur rebus setiap hari:
1. Risiko Diabetes
Studi dalam jurnal Diabetes Care (2009) menunjukkan konsumsi lebih dari tujuh butir telur per minggu berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Meski demikian, ada pula studi lain yang menyebutkan telur bisa membantu regulasi gula darah pada penderita diabetes.2. Resistensi Insulin
Kandungan lemak alami dalam telur dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini membuat tubuh kesulitan mengubah gula darah menjadi energi, sehingga pankreas bekerja lebih keras dan kadar gula darah tetap tinggi.3. Kolesterol Tinggi
Telur mengandung lemak jenuh yang dapat memicu peningkatan kolesterol jahat (LDL). Konsumsi dua butir telur per hari juga dikaitkan dengan peningkatan kadar TMAO, senyawa yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung dan stroke.4. Gangguan Pencernaan
Makan telur dalam jumlah berlebihan juga bisa menyebabkan perut kembung, sakit perut, atau reaksi alergi seperti gastritis. Pada kondisi yang parah, bisa timbul gejala serius seperti muntah hingga buang air besar berdarah.5. Masalah Jantung
Telur memang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, yang menjadi salah satu faktor utama gangguan jantung. Studi menyebut konsumsi telur berlebih meningkatkan skor kalsium arteri koroner hingga 80 persen, indikator risiko penyakit jantung. Meskipun menyehatkan, konsumsi telur sebaiknya tetap bijak dan tidak berlebihan. Jika ragu, konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter agar manfaat telur bisa didapat tanpa menimbulkan efek samping. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!