Teheran Siap Beri Konsesi Nuklir Jika Sanksi Dicabut, Ketegangan Iran–AS Masih Membara

ED
Senin, 23 Februari 2026 | 14:22 WIB
Bagikan
Teheran Siap Beri Konsesi Nuklir Jika Sanksi Dicabut, Ketegangan Iran–AS Masih Membara

Pejabat Iran itu menyebut pembicaraan terakhir menunjukkan masih adanya kesenjangan besar, namun peluang tercapainya kesepakatan sementara tetap terbuka.

“Putaran terakhir pembicaraan menunjukkan bahwa gagasan AS mengenai cakupan dan mekanisme pencabutan sanksi berbeda dengan tuntutan Iran. Kedua belah pihak perlu mencapai jadwal pencabutan sanksi yang logis,” ujarnya.

“Peta jalan ini harus masuk akal dan berbasis pada kepentingan bersama.”

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan ia berharap dapat bertemu dengan utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, di Jenewa pekan ini. Ia menilai masih ada “peluang yang baik” untuk solusi diplomatik. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas.

Di sisi lain, sejumlah analis menilai langkah Iran menawarkan konsesi baru merupakan strategi untuk mengulur waktu sekaligus menghindari serangan langsung. Behnam Ben Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies menilai kepemimpinan Iran berusaha memanfaatkan perundingan untuk memperkuat fasilitas nuklir dan militernya sembari meredakan tekanan.

Isu paling sensitif dalam perundingan tetap pada tuntutan “nol pengayaan” dari Washington, yang ditolak keras oleh Teheran. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tahun lalu memperkirakan Iran memiliki lebih dari 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen—tingkat yang hanya sedikit di bawah ambang 90 persen yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Penasihat dekat pemimpin tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan Iran siap membuka akses pengawasan luas bagi IAEA untuk membuktikan bahwa mereka tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, lembaga tersebut telah berbulan-bulan meminta akses inspeksi ke tiga lokasi nuklir yang sebelumnya menjadi sasaran serangan Amerika Serikat pada Juni tahun lalu, menyusul kampanye pengeboman Israel selama 12 hari.

Selain isu nuklir, Amerika Serikat juga menuntut pembatasan rudal balistik jarak jauh Iran dan penghentian dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan. Iran menolak membahas program rudalnya, meski sumber diplomatik menyebut isu kelompok regional bukanlah “garis merah” bagi Teheran.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.