Tasyakuran Hari Koperasi Ke-77: Ribuan Peserta Hadir di Bandung
3. Perubahan Lingkungan Strategis: Teknologi dan perilaku konsumen yang berubah mempengaruhi lingkungan koperasi.
4. Generasi Milenial dan Zelineal: Generasi ini sangat literasi digital sehingga koperasi harus mampu menyesuaikan diri. 5. **Persaingan Bisnis dan Globalisasi**: Hingga kini, belum ada gerakan koperasi Indonesia yang memiliki cabang di luar negeri.
Dr. Agung menekankan pentingnya koperasi untuk melakukan adaptasi, transformasi, dan kolaborasi. "Koperasi harus melakukan kolaborasi antar koperasi maupun dengan bisnis lain karena tidak mungkin beroperasi sendirian," tegasnya.
Dihadiri Para Tokoh Koperasi
Ketua Panitia Puncak Harkop ke-77, yang juga Ketua Dekopinda Kota Bandung, Dr. H. Usep Sumarno, mengungkapkan bahwa acara ini didahului dengan ziarah makam para tokoh koperasi. "Ziarah diikuti oleh 300 orang dari gerakan koperasi di Kota Bandung. Pada Minggu (3/8/2024), akan digelar gerak jalan koperasi dengan start dan finish di gedung ini juga," jelasnya.
Dr. Usep menyatakan bahwa acara ini berlangsung meriah dan menunjukkan semangat koperasi di Jawa Barat. "Alhamdulillah, acara hari ini berlangsung sangat meriah dengan sekitar 40 tokoh koperasi hadir. Ada lima pimpinan gabungan koperasi yang sukses dan bisa menjadi contoh bagi koperasi lainnya," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa seluruh kegiatan ini dibiayai oleh gerakan koperasi tanpa bantuan pemerintah, menunjukkan kemandirian koperasi di Kota Bandung.
Penghargaan dan Penutupan
Pada kesempatan ini, Ketua Umum Dekopin Pusat, didampingi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Barat, menyerahkan Dekopinwil Award 2024. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh penggiat, penggerak, dan berprestasi dalam koperasi, serta penyerahan piagam penghargaan kepada sponsor.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!