Tasyakuran Hari Koperasi Ke-77: Ribuan Peserta Hadir di Bandung
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Sekitar 1.400 orang dari gerakan koperasi bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) daerah dan probinsi serta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Diskuk) Jawa Barat merayakan tasyakuran Hari Koperasi Ke-77 di Gedung Senbik, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting seperti Ketua Umum Dekopin Pusat Dr. Agung Sudjatmoko, S.Pd., M.M., Ketua Dekopinwil Jawa Barat Dr. H. Mustofa Djamaludin, Drs. M.Si., dan Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Dinas Koperasi. Hadir pula Ketua Dekopinda Kota Bandung Dr. H. Usep Sumarno, M.H., M.Si., serta para ketua Dekopinda dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, tokoh koperasi, dan pengurus gabungan koperasi.
Acara ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Bandung, Dodi Ridwansyah, yang mewakili Gubernur Jawa Barat. Dalam sambutannya, Dodi menyampaikan peran penting koperasi dalam perekonomian, khususnya di Provinsi Jawa Barat. "Saya berharap seluruh koperasi di Jawa Barat semakin kompak, bersatu, dan saling bahu-membahu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota serta masyarakat," ujarnya.
Tantangan Koperasi di Era Digital
Ketua Umum Dekopin Pusat, Dr. Agung Sudjatmoko, menyatakan pentingnya koperasi kembali ke konstitusi negara dengan mengacu pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 di era pemerintahan Presiden Prabowo. "Kami berharap dengan presiden baru, ada kebijakan baru dan program baru yang membangun koperasi lebih sesuai dengan jati dirinya," ujarnya.

Dr. Agung juga mengidentifikasi lima tantangan utama yang dihadapi koperasi saat ini:
1. Transformasi Bisnis: Semua pelaku bisnis di luar gerakan koperasi sudah melakukan perubahan signifikan, sehingga koperasi harus mampu beradaptasi.
2. Digitalisasi: Hanya sekitar 13-15% dari 127.000 koperasi di Indonesia yang sudah berdigitalisasi.
3. Perubahan Lingkungan Strategis: Teknologi dan perilaku konsumen yang berubah mempengaruhi lingkungan koperasi.
4. Generasi Milenial dan Zelineal: Generasi ini sangat literasi digital sehingga koperasi harus mampu menyesuaikan diri. 5. **Persaingan Bisnis dan Globalisasi**: Hingga kini, belum ada gerakan koperasi Indonesia yang memiliki cabang di luar negeri.
Dr. Agung menekankan pentingnya koperasi untuk melakukan adaptasi, transformasi, dan kolaborasi. "Koperasi harus melakukan kolaborasi antar koperasi maupun dengan bisnis lain karena tidak mungkin beroperasi sendirian," tegasnya.
Dihadiri Para Tokoh Koperasi
Ketua Panitia Puncak Harkop ke-77, yang juga Ketua Dekopinda Kota Bandung, Dr. H. Usep Sumarno, mengungkapkan bahwa acara ini didahului dengan ziarah makam para tokoh koperasi. "Ziarah diikuti oleh 300 orang dari gerakan koperasi di Kota Bandung. Pada Minggu (3/8/2024), akan digelar gerak jalan koperasi dengan start dan finish di gedung ini juga," jelasnya.
Dr. Usep menyatakan bahwa acara ini berlangsung meriah dan menunjukkan semangat koperasi di Jawa Barat. "Alhamdulillah, acara hari ini berlangsung sangat meriah dengan sekitar 40 tokoh koperasi hadir. Ada lima pimpinan gabungan koperasi yang sukses dan bisa menjadi contoh bagi koperasi lainnya," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa seluruh kegiatan ini dibiayai oleh gerakan koperasi tanpa bantuan pemerintah, menunjukkan kemandirian koperasi di Kota Bandung.
Penghargaan dan Penutupan
Pada kesempatan ini, Ketua Umum Dekopin Pusat, didampingi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Barat, menyerahkan Dekopinwil Award 2024. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh penggiat, penggerak, dan berprestasi dalam koperasi, serta penyerahan piagam penghargaan kepada sponsor.
Melalui rangkaian kegiatan Hari Koperasi Ke-77 Tahun 2024, diharapkan tali silaturahmi semakin kuat dan koperasi dapat terus berkembang, menunjang perekonomian di Provinsi Jawa Barat.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!