Tak Bisa Sembuh Sendiri, Ini 5 Fakta Penting Soal Saraf Terjepit
“Sebab, tulang dilapisi oleh otot. Kami terlebih dahulu harus merelaksasi otot yang terdiri dari banyak sekali lapisan, agar kemudian bisa memperbaiki tulang. Dan, proses ini panjang. Namun, pasien perlu melewati proses tersebut agar sumber masalahnya dapat diperbaiki secara optimal, sehingga mereka tidak kembali lagi dengan keluhan yang sama.”
Dalam kasus saraf terjepit, yang ditangani dokter bukan nyeri, melainkan sumber masalah, sehingga gejala yang mengikutinya menghilang seiring waktu. Jika jarak antar tulang sudah bagus, tidak ada yang terjepit, maka tidak ada lagi rasa nyeri. Kalau jaraknya masih agak sempit, masih ada saraf yang terjepit, maka rasa nyeri itu masih akan dirasakan.
“Inilah yang terkadang menyebabkan pasien menjadi tidak puas. Mereka bilang sudah ke dokter, tapi rasa nyeri masih ada. Hal itu terjadi, karena mereka terbiasa dengan obat. Mengembalikan struktur tulang ke posisi awal tidak bisa instan, kecuali dengan operasi, yang sebenarnya juga tetap menimbulkan rasa nyeri.”
Kenali Kekuatan Tubuh Sendiri
Pertanyaannya, bisakah saraf terjepit dicegah, atau paling tidak diminimalkan risikonya? Sangat bisa. Saran dr. Irca, langkah pertama adalah mengenali tubuh kita sendiri. “Sebesar apa kemampuan otot kita, seberat apa beban yang bisa kita bawa, apakah postur tubuh kita sudah baik saat melakukan sesuatu, olahraga apa saja yang kita lakukan, aktivitas harian apa yang kita jalani, dan sebagainya.”
Kalau pekerjaan kita sehari-hari tidak melibatkan pembentukan otot, maka otot tulang belakang tidak akan terbentuk. Itu berarti, kemampuan otot kita untuk mengangkat beban, tidak akan besar. Untuk mengangkat beban seberat 2,5 kg saja, otot kita mungkin tidak mampu.
“Ketika otot yang tidak terlatih dipaksa untuk mengangkat beban berat, otot tersebut akan mencengkeram kuat-kuat, hingga kemudian menjadi kaku. Otot yang kaku akan menggenggam tulang belakang terus-menerus. Akibatnya, celah di antara tulang akan menyempit, hingga kemudian menyebabkan saraf terjepit.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!