Tak Bisa Sembuh Sendiri, Ini 5 Fakta Penting Soal Saraf Terjepit
Ia menjelaskan, rasa pegal ini sering kali diabaikan, karena dianggap gejala ringan. Banyak pasien mengira pegal itu akan hilang sendiri. Inilah kenapa gejala pegal sering kali misleading. Karena dikira pegal biasa, seseorang jadi tidak datang ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Benturan, baik yang terjadi di bagian bawah, samping, atau tengah, tidak selalu segera menimbulkan gejala. Kalaupun muncul gejala, belum tentu dirasa mengganggu. Hal ini tergantung pada usia. Jika usia masih produktif atau masih anak-anak, gejala tersebut cenderung terabaikan. Jika benturan terjadi pada usia 45 tahun ke atas, maka jatuh selembut apa pun akan menimbulkan gejala yang cukup signifikan. Kenapa?
“Ketika bertambah usia, struktur otot kita melemah. Akibatnya, pergeseran tulang sekecil apa pun akan menimbulkan gejala yang signifikan. Nyeri dan kesemutan akan sangat terasa. Skala nyerinya tergantung pada pasien. Kalau seorang pasien tidak mudah bilang nyeri, namun sampai mengeluh nyeri ketika jatuh, berarti kemungkinan besar ia merasa kesakitan sekali,” kata dr. Irca.
Risiko Lumpuh Lokal
Saraf terpanjang pada tubuh manusia terdapat di tulang belakang, dari tulang leher hingga tulang ekor. Saraf di setiap bagian tulang mempunyai tugas tersendiri. Contohnya, saraf di bagian tulang leher bertugas menggerakkan tangan, sedangkan saraf di bagian punggung bawah menggerakkan kaki.
Dan, yang namanya saraf terjepit hanya bisa terjadi di sepanjang tulang belakang. Kenapa demikian?
Sederhananya, tidak seperti tulang lain, di sepanjang tulang belakang terdapat banyak cabang tulang di bagian kiri dan kanan, yang masing-masing memiliki saraf. Jadi, saraf di sekitar tulang belakang sangat banyak sehingga risiko terjadinya saraf terjepit menjadi tinggi.
Selain itu, di antara ruas-ruas tulang terdapat gap atau celah berisi jaringan tisu. Fungsinya seperti bantalan untuk tulang. Saat terjadi benturan, tulang bergeser dan celah di antara ruas tulang menyempit, bantalan akan terjepit sehingga menonjol keluar. Akibatnya, saraf di sekitar akan terjepit, karena tak banyak ruang tersisa akibat pergeseran struktur tulang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!