Tak Bisa Sembuh Sendiri, Ini 5 Fakta Penting Soal Saraf Terjepit
Trauma baru maupun proses yang lama bisa tergambar jelas lewat pemeriksaan. Semakin kompleks gambaran struktur tulangnya, semakin jauh pula penelusuran ke belakangnya. Semakin simpel gambarnya, berarti kejadiannya terbilang baru.
Lalu, benarkah duduk lama di depan komputer bisa menyebabkan saraf terjepit? Dokter Irca menjelaskan, aktivitas tersebut tergolong sebagai habit. Habit seperti itu, atau habit main ponsel sambil tiduran dengan posisi tengkurap miring, atau posisi duduk lama dengan postur tubuh membungkuk, sebenarnya memiliki risiko kecil terhadap terjadinya saraf terjepit. Postur salah yang hanya dilakukan sesekali akan menyebabkan perubahan otot, bukan saraf terjepit.
“Tapi, jika dilakukan terus-menerus secara konsisten selama katakanlah satu tahun, postur tubuh yang salah itu juga bisa mengubah struktur tulang belakang. Apalagi, jika sebelumnya ada riwayat benturan. Tulang bisa bergeser, celah di antara tulang bisa menyempit,” kata dr. Irca.
Lebih lanjut, ia menguraikan, ada faktor lain yang perlu diperhatikan, yaitu struktur tulang belakang yang memang secara genetik tidak bagus, yaitu skoliosis. Ini juga menurutnya menjadi faktor yang sering kali terabaikan, karena orang tidak mencari tahu riwayat keluarga dengan skoliosis, jika tidak merasakan gejala berarti.
Berawal Pegal di Area Lokal
Spektrum gejala saraf terjepit cukup luas, mulai dari pegal, nyeri, kesemutan, hingga sensasi tersetrum dan mati rasa. Hanya saja, gejala tersebut dirasakan di bagian tubuh yang digerakkan oleh saraf pada tulang belakang. Misalnya, di pinggang saja, atau dari pinggang menyebar ke paha sampai ke ujung kaki.
Bagaimana membedakan pegal akibat lelah dan pegal akibat saraf terjepit?
“Pegal biasa umumnya akan hilang jika dipijat, atau ketika kita istirahat sebentar. Sedangkan pegal akibat saraf terjepit cenderung konsisten. Kalaupun hilang sesaat, dia akan muncul kembali di area yang sama. Begitu terus-menerus. Ketika pegalnya secara konsisten dirasakan di pinggang, misalnya, Anda sebaiknya menjalani pemeriksaan penunjang untuk memastikan,” kata dr. Irca.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!