Tak Bisa Sembuh Sendiri, Ini 5 Fakta Penting Soal Saraf Terjepit
“Jika saraf terjepit terabaikan, tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai, atau tidak diterapi dengan benar, saraf akan rusak. Saat kerusakan saraf terus memburuk, hal terburuk yang mungkin terjadi adalah kematian saraf lokal,” kata dr. Irca, menjelaskan.
Sebutlah saraf terjepit terjadi di lumbar 3 (L3) yang bertugas menggerakkan paha. Maka, jika tidak diterapi, otot paha bagian luar akan mengecil dan fungsinya tidak berjalan dengan benar. Saraf memiliki dua tugas, yaitu menggerakkan otot dan mengatur raba rasa.
“Jika fungsi raba rasa terganggu, saat kaki ditusuk dengan benda tajam sekalipun, kita tidak akan bisa merasakan apa pun. Kondisi tersebut menjadi berbahaya, ketika ada luka di kaki yang sakitnya tidak bisa kita rasakan. Di samping itu, ada pula risiko kelumpuhan. Namun, pada kasus saraf terjepit, hanya terjadi kelumpuhan lokal di area yang digerakkan oleh saraf yang terjepit saja.”
Regenerasi Saraf Perlu Proses
Karena melibatkan perubahan struktur tulang, dr. Irca menjelaskan, saraf terjepit tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi, bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Saraf terjepit yang tergolong ringan bisa diatasi dengan stretching atau relaksasi otot.
“Separah apa pun kondisinya, selalu ada solusi treatment. Hanya saja, yang perlu dipahami, treatment itu sering kali memerlukan proses yang panjang. Sebab, regenerasi saraf berjalan sangat lambat, tidak seperti kulit. Apalagi, jika kondisinya berat. Yang jelas, dokter akan memaksimalkan treatment. Seandainya tidak bisa pulih total, paling tidak bagian tubuh yang sarafnya sempat lumpuh akan bisa digerakkan dan difungsikan kembali,” kata dr. Irca.
Karena itu, agar pemulihannya juga maksimal, pasien diharapkan bisa menghargai proses. Setelah beberapa kali terapi dan merasa nyerinya sudah hilang, banyak pasien memutuskan tidak kembali lagi untuk terapi lanjutan. Padahal, dokter perlu memperbaiki sumber masalahnya. Jika masalahnya terletak pada tulang, berarti dokter harus memperbaiki struktur tulang. Proses perbaikan tulang bukan hal yang mudah dan memerlukan waktu lama.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!