Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026

Tak Benar Pakai Hijab, Wanita Iran Ditahan dan Meninggal dalam Tahanan

ED
Minggu, 18 September 2022 | 14:00 WIB
Bagikan
Tak Benar Pakai Hijab, Wanita Iran Ditahan dan Meninggal dalam Tahanan

VISI.NEWS | TEHARAN - Polisi Iran menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di sebelah barat negara itu, Sabtu (17/9), setelah upacara pemakaman seorang pemudi yang meninggal dunia di dalam tahanan polisi di Teheran awal pekan ini, kantor berita semi-resmi Fars melaporkan.

Polisi mengatakan bahwa Mahsa Amini (22) ditahan pada hari Selasa setelah apa yang disebut "polisi moralitas" Iran menemukan kesalahan dengan jilbabnya, telah meninggal karena serangan jantung.

Polisi juga telah merilis rekaman sirkuit tertutup dari kantor polisi yang menurut mereka menunjukkan saat Amini pingsan.

Seorang kerabat mengatakan dia tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Menurut laporan Fars, setelah pemakaman Amini di kota Saqez, sekitar 460 kilometer (280 mil) barat ibu kota, Teheran, beberapa pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung gubernur, meneriakkan slogan-slogan. Laporan itu tidak menjelaskan lebih lanjut.

Setelah polisi muncul dan menembakkan gas air mata, para pengunjuk rasa membubarkan diri. Tidak ada informasi segera tentang cedera.

Video yang diposting di media sosial pada hari Sabtu dimaksudkan untuk menunjukkan pengunjuk rasa di Saqez meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah tetapi Associated Press tidak dapat mengotentikasi video atau mengkonfirmasi lokasi dalam rekaman tersebut.

Kematian Amini memicu kecaman terhadap polisi moral dari selebritas dan tokoh terkemuka di media sosial. Pengadilan Iran meluncurkan penyelidikan atas kematiannya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.