Syahganda: Lebih 50 Persen Alumni ITB Inginkan Perubahan, Sekarang Saatnya Bangkit
“Kita kan melihat bahwa terjadi deindustrialisasi besar-besaran di Indonesia. Kita cuman kontribusinya nggak sampai 18 persen, sementara zaman Pak Harto hampir 30 persen, di zaman SBY 21 persen kontribusi industri pada PDB kita. Itu menunjukkan deindustrialisasi. Deindustrialisasi ini akan membuat anak-anak ITB itu kesulitan mencari lapangan kerja karena pada deindustrialisasi itu kan umumnya adalah orang-orang rezim itu suka impor, tidak ingin membangun pabrik-pabrik sendiri dan lain-lain. Sehingga value added nggak terjadi di kita,” jelas peraih gelar doktor di Universitas Indonesia.
“Yang kedua, anak ITB sebagai pemikir teknologi dan sains berusaha untuk meminta Pak Anies ke depan itu untuk pro kepada sains dan teknologi agar bisa mengejar dengan negara maju. Karena sebuah pembangunan tanpa sains dan teknologi gak ada gunanya. Nah, karena kita tadi nih alumni ITB menyatakan Alumni ITB Putih atau Alumni ITB Anti-Korupsi, kita juga memasukkan unsur moral. Jadi membangun bangsa Indonesia yang maju berbasis moral, sains, dan teknologi,” tambah Syahganda.
Lebih jauh, ketika ditanyakan ihwal usulannya agar alumni ITB dilibatkan dalam perumusan kebijakan di Tim Pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN) dan kabinet jika menang Pilpres 2024, aktivis yang memiliki kelebihan yang sama baiknya antara ucapan dan tulisan ini menyatakan dalil yang logis sebagai seorang teknokrat.
“Nah di Indonesia ini alhamdulillah-nya itu bangsa kita ini punya ITB yang umurnya udah 103 tahun sebagai pendidikan teknologi, sains dan teknologi. Jadi alangkah baiknya universitas terbaik di Indonesia ini disertakan untuk merumuskan apa yang Pak Anies inginkan dengan reindustrialisasi,” paparnya.
Syahganda menambahkan, dasar penawarannya adalah mengajukan anak bangsa yang terbaik untuk ikut membantu merumuskan arah perubahan, bukan soal mencari keuntungan. Ia menyebut, alumni ITB memiliki keahlian kedirgantaraan seperti pesawat terbang, geothermal, artificial intelligence, superkoridor, internet of things, metaverse, dan lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!