Syahganda: Lebih 50 Persen Alumni ITB Inginkan Perubahan, Sekarang Saatnya Bangkit

ED
Senin, 2 Oktober 2023 | 07:46 WIB
Bagikan
Syahganda: Lebih 50 Persen Alumni ITB Inginkan Perubahan, Sekarang Saatnya Bangkit

VISI.NEWS | BANDUNG – Pendiri Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle, Dr. H. Syahganda Nainggolan, M.T. menuturkan, lebih dari 50 persen alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) menginginkan perubahan. Hal ini ia ucapkan selepas acara Ngariung 1.000 Alumni ITB Bersama Anies Baswedan di Bandoengsche Melk Centrale 1928, Kota Bandung, Jawa Barat pada Ahad, 1 Oktober 2023.

“Ya, kita dari awal memang mengetahui bahwa lebih dari 50 persen – 60 persen alumni ITB itu ingin perubahan. Cuman ketutup dengan struktur alumni di mana ketuanya itu pro-Ganjar dan kemudian rektornya itu juga selama ini memang kurang suka dengan isu perubahan. Ya, itu yang kita ketahui. Sehingga apa, sehingga saya berusaha menerobos itu dengan community, komunitas. Jadi ini komunitas, teman ke teman, akhirnya kita kumpul, dengan yang online dan lain-lain kita 1.000,” ungkap Syahganda kepada KBA News ketika menceritakan lahirnya gerakan Ngariung 1.000 Alumni ITB Bersama Anies Baswedan.

Selanjutnya, aktivis sekaligus politikus kelahiran Medan, 27 November 1965 ini menerangkan, gerakan yang dibangun bersama alumni ITB tersebut basisnya kebersamaan dan kekerabatan karena sudah saling kenal. Bagi alumni yang tidak hadir di lokasi, imbuhnya, mereka mengikuti melalui siaran langsung di Youtube dan beragam platform media sosial yang disediakan panitia di bawah arahan Ir. Hendry Harmen, M.T.

“Ya, Prof Emir ini kan ahli satelit dan ahli artificial intelligence. Dia mewakili satu teknologi masa depan. Dia memimpin 50 orang dosen bersama profesional, baik di ITB maupun di tempat lain, tapi alumni ITB, terlibat dalam penyusunan konsep, menyumbangkan pemikiran, mereka sebulan bekerja untuk menghasilkan yang tadi dibacakan 8 halaman. Tapi di balik 8 halaman itu ada bahan-bahan lainnya yang lebih banyak,” kata alumni Geodesi tahun 1984 yang aktif di forum kelompok diskusi MSC (Mahasiswa Student Center) ITB.

Lebih lanjut, salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini menerangkan, gerakan Ngariung 1.000 Alumni ITB Bersama Anies Baswedan dilahirkan pada dua ide dan isu besar. Pertama, terjadi deindustrialisasi besar-besaran di Indonesia yang menyebabkan semakin tingginya angka pengangguran karena industri manufaktur tidak tercipta, sementara para pemegang kuasa lebih suka impor. Kedua, meminta calon presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan supaya pro kepada sains dan teknologi agar bisa mengejar negara maju.

“Kita kan melihat bahwa terjadi deindustrialisasi besar-besaran di Indonesia. Kita cuman kontribusinya nggak sampai 18 persen, sementara zaman Pak Harto hampir 30 persen, di zaman SBY 21 persen kontribusi industri pada PDB kita. Itu menunjukkan deindustrialisasi. Deindustrialisasi ini akan membuat anak-anak ITB itu kesulitan mencari lapangan kerja karena pada deindustrialisasi itu kan umumnya adalah orang-orang rezim itu suka impor, tidak ingin membangun pabrik-pabrik sendiri dan lain-lain. Sehingga value added nggak terjadi di kita,” jelas peraih gelar doktor di Universitas Indonesia.

“Yang kedua, anak ITB sebagai pemikir teknologi dan sains berusaha untuk meminta Pak Anies ke depan itu untuk pro kepada sains dan teknologi agar bisa mengejar dengan negara maju. Karena sebuah pembangunan tanpa sains dan teknologi gak ada gunanya. Nah, karena kita tadi nih alumni ITB menyatakan Alumni ITB Putih atau Alumni ITB Anti-Korupsi, kita juga memasukkan unsur moral. Jadi membangun bangsa Indonesia yang maju berbasis moral, sains, dan teknologi,” tambah Syahganda.

Lebih jauh, ketika ditanyakan ihwal usulannya agar alumni ITB dilibatkan dalam perumusan kebijakan di Tim Pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN) dan kabinet jika menang Pilpres 2024, aktivis yang memiliki kelebihan yang sama baiknya antara ucapan dan tulisan ini menyatakan dalil yang logis sebagai seorang teknokrat.

“Nah di Indonesia ini alhamdulillah-nya itu bangsa kita ini punya ITB yang umurnya udah 103 tahun sebagai pendidikan teknologi, sains dan teknologi. Jadi alangkah baiknya universitas terbaik di Indonesia ini disertakan untuk merumuskan apa yang Pak Anies inginkan dengan reindustrialisasi,” paparnya.

Syahganda menambahkan, dasar penawarannya adalah mengajukan anak bangsa yang terbaik untuk ikut membantu merumuskan arah perubahan, bukan soal mencari keuntungan. Ia menyebut, alumni ITB memiliki keahlian kedirgantaraan seperti pesawat terbang, geothermal, artificial intelligence, superkoridor, internet of things, metaverse, dan lainnya.

“Yang kedua kalau Pak Anies menang, kita juga siap untuk menjadi bagian dari teknokrasi itu. Ya, zaman Soeharto biasa aja. Ada Hartarto, ada Ginanjar, macem-macem menteri yang memang berhubungan dengan teknik dan teknologi, itu anak ITB biasanya. Jadi saya mau bilang kalau bisa jalankan yang ngerti visi itu,” lanjutnya.

Disinggung soal capres dan pejabat yang tidak percaya dengan kemampuan anak bangsa sehingga lebih percaya dengan Tenaga Kerja Asing dari China, tokoh nasional yang menghiasi wajahnya dengan kumis ini menilai hal tersebut sebagai gejala minder atau inferior di hadapan bangsa lain.

“Bahwa itu gejala orang minder. Harusnya mereka tuh bangga dengan bangkitnya anak-anak Indonesia, seperti Pak Anies sebut tadi waktu pembangunan JIS,” tandas alumni Studi Pembangunan ITB tahun 2002.

Dalam wawancara eksklusifnya dengan KBA News, Syahganda menyampaikan ajakan kepada para tokoh ITB untuk bangkit dan bergerak dalam arus perubahan untuk menyelamatkan Indonesia agar dapat menjadi bangsa yang besar untuk meraih kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat.

“Ya, saya berharap kepada tokoh-tokoh ITB, mari menyongsong perubahan, yang saya sebut sebagai Call for Awakening. Sekarang saatnya bangkit. Kita selamatkan bangsa ini. Kita sumbangkan pikiran kita, sains, teknologi, dan moral agar bangsa ini bisa jadi bangsa besar untuk mensejahterakan rakyat. Jadi makmur bangsanya, sejahtera rakyatnya,” pungkasnya.

@mpa/kba

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.