Survei LSI: NU Jemaahnya Naik Jadi 56,9% dan Muhammadiyah Turun Menjadi 5,7%
Setelah 18 tahun jumlahnya bertambah besar, bertambah besar
saat paparan secara daring yang diakses di Jakarta, Selasa (5/9/2023). (Foto: tangkapan layar).
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan bahwa jemaah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengalami perubahan drastis selama kurang lebih 18 tahun terakhir. Menurutnya, keluarga besar NU mengalami kenaikan drastis selama hampir dari dua dekade terakhir, sedangkan pengikut dari Muhammadiyah mengalami penurunan.
“Mereka yang merasa bagian dari NU jumlahnya bertambah banyaknya drastis sekali. Sebaliknya mereka yang merasa bagian keluarga besar Muhammadiyah berkurangnya, berkurang sekali dan berkurangnya drastis sekali,” kata Denny dalam video yang disiarkan di YouTube Orasi Denny JA bertajuk ‘Denny JA: NU menaik, Muhammadiyah menurun, Mengapa?, dipantau di Jakarta, Selasa (5/9/2023).
Berdasarkan data yang diperoleh dari lembaga surveinya, Denny menjelaskan bahwa terjadi kenaikan yang sangat drastis dari jumlah masyarakat yang mengaku sebagai bagian dari NU. Hal ini ditunjukkan dengan persentase publik yang merasa menjadi bagian dari NU sebanyak 27,5 persen di tahun 2005 naik menjadi 56,9 persen di tahun 2018.
Baca Juga:
Antara Pro dan Kontra, PBNU Kaji Hukum Ekspor Pasir Sedimentasi
“Jadi ini jumlahnya lebih dari separuh populasi Indonesia menyatakan mereka bagian dari NU naiknya hampir dua kali lipat.” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!